Repositori E-Journal

Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP

Vefryany Enjelyn Layuk
Jurnal

Evaluasi Laik Fungsi Jalan Menggunakan Pemeringkatan Skala Bintang Pada Ruas Jalan Masjid Raya, Kota Makassar

Jalan raya adalah sarana transportasi yang berperan penting dalam berbagai aktivitas masyarakat di suatu daerah baik perkotaan maupun pedesaan. Berdasarkan Pasal 30 Undang-Undang RI nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan menyebutkan bahwa jalan umum dioperasikan setelah ditetapkan memenuhi persyaratan laik fungsi jalan secara teknis administratif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemeringkatan skor skala bintang untuk kelaikan fungsi jalan nasional perkotaan. Pedoman yang digunakan dalam penelitian adalah 06/P/BM/2024. Penilaian skala bintang berdasarkan per segmen dengan interval 100 meter. Pemeringkatan bintang adalah penilaian secara objektif dari kemungkinan dan tingkat keparahan terjadinya kecelakaan di jalan. Hasil penelitian pada jalan Masjid Raya, Kota Makassar, menunjukkan skor Bintang 5 dan 4, yaitu jalan yang lebih berkeselamatan dan berkesalamatan. Kata kunci : Jalan nasional, Laik fungsi jalan, Skala bintang

Yudhi
Jurnal

Pengaruh Kendaraan Berat Terhadap Kinera Ruas Jalan Daengta Qalia Salodong, Kota Makassar

Jalan adalah sarana utama yang memiliki peranan penting bagi kelancaran transportasi darat. Umur rencana jalan adalah jumlah waktu dalam tahun yang dihitung sejak jalan tersebut mulai dibuka sampai saat diperlukan perbaikan berat atau dianggap perlu untuk diberi lapis permukaan yang baru. Poros Daengta Qalia merupakan akses yang menghubungkan beberapa pergudangan dan pabrik yang akan mengantarkan logistik menggunakan kendaraan berat melalui Jalan Ir. Sutami yang akan didistribusi ke dan dari Kota Makassar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pengaruh proporsi kendaraan berat terhadap kinerja ruas jalan Daengta Qalia Salodong. Pedoman yang digunakan adalah PKJI 2023. Pencacahan arus lalu lintas dan kecepatan dilakukan selama 1 minggu. Hasil dari penelitan adalah proporsi terbesar kendaraan berat 30,49% mengakibatkan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,259, namun kecepatan rata-rata ruang sebesar 4,102 km/jam. Banyaknya kendaraan berat di ruas 2/2UD menyebabkan kendaraan berdimensi lebih kecil harus menyesuaikan kecepatan dari kendaraan berat. Kata kunci : Derajat Kejenuhan, Kecepatan rata-rata ruang, Kendaraan Berat, Pengaruh

Kevin Matasik Rante Pa...
Jurnal

Karakteristik Campuran AC-BC Menggunakan Slag Nikel PT. Vale Sebagai Pengganti Agregat

Penggunaan green material untuk konstruksi pekerjaan jalan sangat dibutuhkan dalam rangka menciptakan konstruksi yang berkelanjutan. Salah satu green material yang dapat dimanfaatkan adalah slag nikel yang terdapat di PT.Vale Sorowako. Penelitian ini dimaksud untuk pemanfaatan slag nikel PT. Vale Sorowako dalam campuran AC-BC serta untuk memperoleh nilai karakteristik terhadap filler, agregat halus dan kasar lalu dilakukan penyusunan komposisi pada campuran ACBC, serta untuk memperoleh karakteristik campuran dilakukan dengan uji marshall dan untuk mendapatkan hasil dari stabilitas marshall sisa. Pedoman yang digunakan pada penelitian ini adalah SNI 03-1737-1989. Penggunaan agregat 100% dari slag nikel dan kadar aspal 5,00%-7,00% dengan interval 0.5% menghasilakan optimum 7,00% dan memenuhi untuk semua hasil pengujian untuk karakteristik marshall. Serta untuk hasil KAO pada kadar aspal 7,00% melalui pengujian marshall immersion pada campuran AC-BC didapatkan stabilitas Marshall Sisa sebesar 104,91%. Kata kunci: AC-BC, Karakteristik Campuran, Pengujian Marshall, Slag Nikel

Vega Aditama, Setyawan...
Jurnal

The Influence Of The Location Of Concrete Joints And Longitudinal Reinforcement On T-Beams At A Distance Of A Quarter Of The Span

The construction of safe and earthquake-resistant infrastructure is one of the main challenges in structural design in Indonesia, which is known as a country with a high level of seismic activity. In this context, T-beams as structural elements play an important role in supporting loads and maintaining the stability of buildings. Therefore, a deep understanding of the behaviour of T-beams, particularly concerning concrete joints and longitudinal reinforcement, is essential to ensure the safety and reliability of the structure. This research aims to explore the influence of the placement of concrete joints and longitudinal reinforcement on T-beams regarding strength and deflection, with a focus on joints located at a distance of 1/4 span[4][8]. The connection between old and new concrete often becomes a weak point in reinforced concrete structures, which can affect the overall performance of the beam. According to SNI 03-2847-2002, the design of reinforced concrete structures must consider the proper use of transverse and longitudinal reinforcement to achieve appropriate values of flexural, shear, and deflection[2]. This research will compare T-beams without joints to T-beams with joints at a distance of 1/4 span to identify differences in flexural strength, shear strength, and deflection behaviour. Thus, the research results are expected to make a significant contribution to the development of better and safer structural designs[6]. Through systematic laboratory testing, this research will analyse experimental data that includes measurements of maximum load, deflection, and crack patterns occurring in T-beams. The results of this research are expected not only to provide insights into the influence of joints on the performance of T-beams but also to offer practical recommendations for planners and project implementers in designing more efficient and dynamic load-resistant reinforced concrete structures, especially in earthquake-prone areas. Thus, this research contributes to efforts to enhance the safety and resilience of buildings in Indonesia.

Hendrika Benyamin, Hel...
Jurnal

Penerapan Sistem Manajemen Iso 9001:2015 Pada Proyek Pembangunan Gedung Parkir Mall Panakkukang

Penelitian ini mengkaji penerapan ISO 9001:2015 dalam manajemen mutu pada proyek konstruksi bangunan parkir mall panakkukang. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat efektivitas implementasi standar manajemen mutu ini dalam meningkatkan kualitas proyek dan kepuasan pelanggan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ISO 9001:2015 berkontribusi signifikan terhadap perbaikan proses manajerial, pengendalian kualitas, serta komunikasi antara semua pihak terkait di dalam proyek. Keterlibatan semua anggota tim dalam penerapan standar ini juga terbukti meningkatkan pemahaman, kepedulian terhadap tugas dan kualitas pekerjaan masing-masing individu. Meskipun demikian, masih ada hambatan dalam penerapan yang harus diselesaikan, seperti pelatihan staf dan penyediaan sumber daya yang memadai. Kajian ini bertujuan memberikan saran kepada pengembang dan kontraktor untuk lebih memaksimalkan penerapan sistem manajemen mutu guna mencapai hasil yang lebih optimal dalam proyek pembangunan di masa mendatang. Kata kunci: ISO 9001:2015, Sistem Manajemen Mutu, Kualitas Proyek, Konstruksi

Aprilia Getruda Rumnge...
Jurnal

Pengaruh Penambahan Limbah Karbit Dan Variasi Abu Serabut Kelapa Terhadap Kuat Geser

Saat ini telah berkembang berbagai cara untuk memperbaiki kondisi tanah agar terjadi peningkatan stabilitas tanah. Perbaikan tanah tersebut telah banyak diterapkan dan menunjukkan hasil yang positif. Dalam penelitian ini peneliti melakukan perbaikan tanah menggunakan limbah karbit dan abu serabut sebagai sebagai bahan tambah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui karakteristik tanah pada Jl. Poros Lembang Kole Palian, Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan dan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah karbit dan variasi abu serabut kelapa terhadap kuat geser tanah. Pengujian pada penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen yaitu pengujian karakteristik tanah dengan pengujian mekanis tanah. Hasil penelitian diperoleh klasifikasi tanah yaitu, tanah pasir lanau. Dari hasil pengujian mekanis tanah yang di peroleh, nilai yang didapatkan setelah pengujian kuat geser pada variasi 12% + 5% abu memiliki tiga sampel dengan rata-rata = 0,449 kg/cm². Nilai pada variasi 12% karbit + 10% abu memiliki tiga sampel dengan rata-rata = 0,585 kg/cm². Nilai pada variasi 12% karbit + 15% abu memiliki tiga sampel dengan rata-rata = 0,615 kg/cm². Berdasarkan hasil penelitian ini, kenaikan nilai kuat geser tanah dengan penambahan limbah karbit dan abu serabut kelapa tunjukkan penambahan tersebut dapat digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah. Kata kunci: kuat geser, limbah karbit, abu serabut kelapa

Yenni Sri Agesya Kapua...
Jurnal

Penggunaan Agregat Sungai Radda Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara Sebagai Campuran Beton

Sungai Radda memiliki agregat dengan penyebaran butiran yang tidak seragam, bersih, serta dilihat secara visual dengan aliran sungai yang jernih. Meskipun demikian, belum diketahui apakah agregat Sungai Radda tersebut dapat digunakan sebagai beton struktural. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kuat tekan, kuat lentur, kuat tarik belah beton dan modulus elastisitas beton menggunakan agregat dari Sungai Radda. Penelitian ini menggunakan metode perancangan beton SNI 7656-2012 dengan mutu beton f’c 25 MPa dan 32 MPa melalui pengujian slump test pada beton berumur 28 hari. Nilai kuat tarik belah rata-rata beton f’c 25 MPa yakni 3,017 MPa. nilai kuat tarik belah rata-rata beton f’c 27 MPa. Kuat lentur rata-rata beton f’c 25 MPa yakni 3,759 MPa. kuat lentur rata-rata beton f’c 32 MPa sebesar 4,176MPa. Hasil Pengujian modulus elastis mutu f’c 25 Mpa yaitu 18.713,811 MPa.Nilai teoritas = 4700 x √25 =23,500 MPa. Hasil Pengujian modulus elastis mutu f’c 32 Mpa yaitu 27673.21667 Mpa. Agregat dari Sungai Radda dapat di gunakan untuk mencapai mutu 25 MPa dan 27 MPa dengan menggunakan komposisi material 32 MPa. Kata kunci: agregat; beton; sungai rad

Putri Aisya Irwan, Li...
Jurnal

Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Kijing Sebagai Bahan Campuran Beton

Penggunaan bahan alami dan limbah sebagai alternatif bahan bangunan semakin populer dalam bidang teknik sipil karena dapat mengurangi dampak lingkungan, menghemat biaya, dan meningkatkan kreativitas dalam desain bangunan. Adapun dengan pemanfaatan limbah cangkang kijing sebagai bahan tambahan dalam campuran beton dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan inovatif. Penelitian ini mengkaji penggunaan limbah cangkang kerang kijing sebagai bahan tambah terhadap semen pada beton normal untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat beton segar dan sifat mekanis. Nilai slump di variasi 0%,3%, 6%, 9% beruturut-turut sebesar 55 mm, 56 mm, 58 mm, 60 mm dan berat isi sebesar 372,2576 kg/m3 , 2390,961 kg/m3 ,2380,5405 kg/m3 dan 2398,4692 kg/m3 , Untuk beton keras berupa kuat tekan masing masing variasi mengalami penurunan 20,81 %,40,06 % dan 56,521% terhadap 0 %, kuat tarik belah masing-masing penurunan sebesar 13,18,%, 26,29 % dan 43,244 % terhadap 0 %, kuat lentur 16,072 %,26,78% dan 35,71 % terhadap 0 % , modulus elastisitas berturu-turut sebesar 2,838 %, 10,561%,23,140 % terhadap 0 %. Semakin bertambahnya presentase limbah cangkang kijing dapat memberikan nilai kuat beton keras yang semakin kecil pula. Kata kunci; kerang kijing , beton segar, beton normal

Irviyanti, Irwan Lie K...
Jurnal

Pengaruh Penambahan Semen dan Variasi Serat Kelapa Pada Tanah Terhadap Uji Kuat Geser Langsung

Stabilisasi tanah yakni upaya untuk memperkuat daya dukung tanah dan kuat geser. Tujuan penelitian ini untuk menemukan sifat fisik tanah tanah dan hasil stabilisasi dengan campuran semen konstan 5% dan campuran serat kelapa 5%, 10% dan 15% (panjang ±-10 mm) dengan pengujian kuat geser langsung. Data uji sifat fisik tanah yang telah dilaksanakan di laboratorium, klasifikasi AASTHO menunjukkan tanah termasuk kelompok A-2-7, dan hasil klasifikasi USCS tanah tergolong pada kelompok tanah pasir berlanau (SM). Hasil dari pengujian kuat geser langsung di laboratorium mekanika tanah menunjukkan bahwa hasil penambahan semen dan serat kelapa mengalami kenaikan nilai kohesi (c), sudut geser (Ø), dan kuat geser (τ). Peningkatan tertinggi dihasilkan pada variasi semen konstan 5% dan serat kelapa 15%, dengan kohesi peningkatan 0,166 kg/cm² (titik 1) dan 0,168 kg/cm² (titik 2), sudut geser 32,15° (titik 1) dan 32,50° (titik 2), dan kuat geser 0,367 kg/cm² (titik 1) 0,371 kg/cm² (titik 2). Dapat disimpulkan pada penambahan semen dan serat kelapa dapat membantu stabilisasi tanah di titik longsor tersebut. Kata kunci: Stabilisasi, Geser Langsung, Klasifikasi Tanah