Repositori E-Journal

Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP

Perdana Oddy Palimbung...
Jurnal

Rancang Bangun Alat Penetas Telur Full Otomatis Berbasis Rack Roller

Skripsi ini bertujua untuk merancang atau rancang bangun alat penetas telur full otomatis berbasis rack roller yang diharapkan mempunyai presentase kebehasilan daya tetas yaitu diatas 90%. Pada proses penetasan telur ayam kampung dari segi alat tetas tradisional, semi otomatis, dan otomatiss, yang masih menggunakan pemutaran telur secara manual. Dalam hal ini tujuan untuk menginovasi dan mendesain alat penetas telur dalam pemutaran telur secara full otomatis berbasis rack roller, dimana sistem pemutaran telur dapat berputar secara halus untuk mengurangi resiko dalam kegagalan daya tetas telur. Suhu ideal untuk menetaskan telur ayam kampung adalah sebesar 37°C-39°C dan kelembapan yang dibutuhkan adalah 55%-60% (RH) yang dikendalikan secara otomatis oleh Thermohigrometer XH-W300. Sistem pemutaran telur 180° pada rack roller setiap 3 jam sekali secara otomatis menggunakan pewaktu DH48S-S dengan penggerak motor mini AC. Kata Kunci: Inkubator, Rack Roller, Full Otomatis

Kevin Bungan Layuk, Ag...
Jurnal

PENGARUH GEOMETRI PAKU KELING TERHADAP KINERJA SAMBUNGAN PADA STRUKTUR RANGKA BAJA

Sambungan paku keling merupakan salah satu metode penyambungan yang masih digunakan dalam kontruksi rangka baja. Geometri paku keling memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja sambungan dalam menahan beban tarik dan geser. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi geometri paku keling terhadap kinerja sambungan pada struktur rangka baja. Metode penelitian melibatkan uji tarik geser dengan berbagai variasi geometri paku keling. Parameter yang di uji meliputi tegangan geser maksimum paku keling, kekuatan sambungan plat pada paku keling, dan gaya geser maksimum paku keling. Adapun hasil yang diperoleh dengan variasi geometri paku keling pada tegangan geser maksimum dengan nilai tertinggi pada paku keling tirus 12,59 kgf/mm2 dan nilai terendah terdapat pada paku keling datar dengan nilai 10,73 kgf/mm2. Dan pada kekuatan sambungan plat pada paku keling di peroleh nilai tertinggi pada geometri paku keling tirus dengan nilai 800,99 kgf dan nilai terendah pada geometri paku keeling datar dengan nilai 682,63 kgf. Gaya geser maksimum paku keling di peroleh nilai tertinggi pada variasi geometri paku keling tirus dengan nilai 400,44 kgf dan nilai terendah ada pada variasi geometri paku keling datar dengan nilai 341,31 kgf. Kata Kunci : Geometri, Uji Tarik, Paku Keling

Alifia Magfirah, Musa...
Jurnal

Analisis Defleksi Pada Balok Menerus Beban Terpusat Dengan Tumpuan Sendi Roll

Penelitian ini bertujuan menganalisis defleksi pada balok menerus dengan tumpuan sendi-roll akibat beban terpusat. Defleksi yang terjadi pada balok berbanding lurus dengan besarnya beban yang diberikan. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa defleksi yang diukur lebih besar dibandingkan nilai teoritis yang dihitung. Pada beban 10 N, defleksi eksperimen sebesar 0,049 mm dibandingkan dengan defleksi teoritis 0,043 mm. Untuk beban 20 N dan 30 N, defleksi eksperimen masing-masing sebesar 0,098 mm dan 0,147 mm, sementara defleksi teoritis adalah 0,086 mm dan 0,129 mm. Selain itu, balok mengalami momen lentur yang meningkat seiring bertambahnya beban, dengan nilai masing-masing 675 N·mm, 1350 N·mm, dan 2025 N·mm untuk beban 10 N, 20 N, dan 30 N. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi beban dan karakteristik tumpuan berpengaruh signifikan terhadap defleksi dan momen lentur pada balok menerus. Kata kunci: Defleksi balok, balok menerus, tumpuan sendi-roll, beban terpusat, momen lentur

Indra Adma Putra Tadug...
Jurnal

Analisa Penggunaan Fiber Dan Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Bahan Bakar Pada Mesin Boiler Di PT. TAMACO GRAHA KRIDA

Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui efisiensi boiler akibat penggunaan fiber dan cangkang kelapa sawit dan 2) mengetahui nilai kalor/panas ruang bakar akibat penggunaan fiber dan cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar boiler dengan kombinasi fiber 25 % dan cangkang 75 %. Penelitian ini dilaksanakan di PT.Tamaco Graha Krida, Desa Ungkaya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Penggunaan fiber dan cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar boiler berpengaruh terhadap efisiensi boiler. Yang dimana efisiensi boiler awal yaitu 98 % dan efisiensi terendah yaitu sebesar 80 %. Faktor yang mempengaruhi efisiensi boiler yaitu tekanan superheater, temperaturiairiumpan, temperaturi uap, jumlahiuap yangidihasilkan, jumlah konsumsiibahanibakar, dan nilaiikaloripembakaran bahanibakar yang tidak stabil. 2) Penggunaan fiber dan cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar boiler berpengaruh terhadap nilai kalor/panas ruang bakar boiler. Dimana kalor yang dibutuhkan pada ruang bakar boiler yaitu sebesar 29527306,0468 kkal/jam. Jika kalor yang dihasilkan lebih dari kalor yang dibutuhkan, maka akan mempengaruhi ruang bakar boiler dimana dapat dilihat dari asap yang akan dihasilkan berwarna hitam. Pengaruh kalor yang berlebihan biasanya disebabkan oleh kelebihan bahan bakar cangkang pada proses produksi. Kata kunci : Boiler, Fiber, Cangkang Kelapa Sawit

Marianus Massangka, Kr...
Jurnal

ANALISA PENGARUH VARIASI ARUS TERHADAP SIFAT MEKANIK PENGELASAN UPHILL PADA BAJA ST 47

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi arus listrik terhadap sifat mekanik hasil pengelasan uphill pada baja karbon. Proses pengelasan uphill sering digunakan untuk aplikasi dengan posisi vertikal yang memerlukan kontrol parameter pengelasan yang tepat guna menghasilkan sambungan las berkualitas tinggi. Metode penelitian ini adalah baja ST 47 dengan variasi kuat arus 70 A ampere, 80 ampere, dan 90 ampere yang digunakan dalam penelitian ini. Pengujian meliputi kekuatan tarik dan kekerasan, pada logam las dan daerah/yang terkena panas (Heat Affected Zone/HAZ). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variasi arus terhadap kekuatan tarik pada baja ST 47 yang mengalami pengelasan SMAW yaitu pada nilai kekuatan tarik maksimum dengan nilai tertinggi terjadi pada spesimen arus 90 A dengan nilai 41,08 kgf/mm2 dan nilai kekuatan tarik maksimum terendah terjadi pada spesimen arus 70 A dengan nilai 36,1 kgf/mm2. Pada variasi arus terhadap kekerasan pada baja ST 47 yang mengalami pengelasan SMAW yaitu nilai pada daerah las tertinggi terjadi pada arus 70 A dengan nilai 107 RHN dan nilai kekerasan terendah terjadi pada spesimen arus 90 A dengan nilai 105,5 RHN. Pada nilai kekerasan HAZ dengan nilai tertinggi terjadi pada spesimen arus 70 A dengan nilai 104,09 RHN dan untuk nilai terendah pada HAZ terjadi pada spesimen arus 90 A dengan nilai 100,01 RHN. Kata kunci: Pengelasan Uphill, Baja Karbon ST 47, Variasi Arus, Kekuatan Tarik Dan Kekuatan Kekerasan.

Leonard Fandy Tuwo’, B...
Jurnal

Analisa Pengaruh Jenis Elektroda Terhadap Sifat Mekanik Baja ST41 Hasil Pengelasan SMAW

Analisa Pengaruh Jenis Elektroda Terhadap Sifat Mekanik Baja ST41 Hasil Pengelasan SMAW (Dibimbing oleh: Benyamin Tangaran, S.T., M.T., dan Kristiana Pasau, S.T., M.T.,) Tujuan studi ini guna melihat pengaruh jenis elektroda pada kekuatan tarik material SS400 yang dilas dengan memakai ASTM E23 dengan memakai prosedur pengelasan SMAW. Materialnya SS400 dengan ASTM E23 mengalami perlakuan dalam mengelas dengan memakai beragam jenis elektroda, yaitu E6013 dan E7016. Temuan memperlihatkan jenis elektroda ada pengaruh pada kekuatan tarik material, dimana jenis elektroda E7016 mempunyai nilai tertinggi 43,33 kgf/mm2 dan jenis elektroda E6013 di urutan kedua yaitu 33,02 kgf/mm2. Sesuai dengan standar ASTM E8M-01 dan ASTM E23, spesimen akan dibuat dengan memakai benda uji baja karbon ST41 untuk memenuhi tujuan studi. Benda-benda ini lalu akan menjalani pengujian impak dan tarik. Menemukan kekuatan tarik spesimen dilaksanakan dengan pengujian tarik. Kekuatan tumbukan logam dievaluasi memakai pengujian tumbukan. dalam melaksanakan pengujiannya, dipakai “Universal Testing Machine”. Kata Kunci : Uji Tarik, Uji Impak, SMAW

Andreanus Bari Rante R...
Jurnal

Analisa Kekuatan Tarik Dan Kekerasan Pada Baja ST.32 Menggunakan Elektroda E 6013 Dan E 7016

Penelitian ini berfokus pada analisa kekuatan tarik dan kekerasan pada baja ST.32 memakai elektroda E 6013 dan E 7016. Baja ST.32 dipilih karena material ini sering digunakan dalam berbagai aplikasi industri yang membutuhkan baja yang memiliki keuletan yang tinggi. Sampel penelitian dibuat dengan memakai teknik pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW), serta selanjutnya dilakukan pengujian tarik dan uji kekerasan untuk menilai kualitas hasil lasan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa elektroda E 7016 menghasilkan nilai kekuatan tarik lebih tinggi dibanding elektroda E 6013. Selain itu, variasi jenis elektroda juga mempengaruhi distribusi kekerasan pada zona las, dimana elektroda E 7016 cenderung menghasilkan distribusi kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan elektroda E 6013. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan jenis elektroda yang tepat dalam proses pengelasan SMAW sangat penting untuk meningkatkan kualitas sambungan las pada baja ST.32. Temuan ini memberikan panduan praktis bagi para praktisi industri pengelasan dalam memilih jenis elektroda yang optimal untuk aplikasi spesifik yang melibatkan baja ST.32. Kata kunci: pengelasan SMAW, baja ST.32, elektroda E 6013 dan E 7016, kekuatan tarik dan kekerasan.

Roland Prildy Parera,...
Jurnal

Pengaruh Variasi Temperatur Tempering Terhadap Kekerasan Dan Mikrostruktur Material AISI 4140 Pada Komponen Turbin Gas

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu tempering terhadap kekerasan dan mikrostruktur baja paduan AISI 4140, yang banyak digunakan dalam pembuatan komponen turbin gas. Penelitian dilakukan dengan perlakuan panas pada tujuh spesimen silinder baja AISI 4140, yang diaustenitisasi pada suhu 850 °C diikuti dengan proses quenching menggunakan oli SAE 40 dan tempering pada tiga suhu yang berbeda: 250 °C, 350 °C, dan 450 °C. Satu spesimen dibiarkan tanpa perlakuan panas sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada suhu tempering 250 °C karena dominasi struktur martensit, mencapai 92,98 RHN. Seiring dengan peningkatan suhu tempering, martensit mulai terurai menjadi struktur ferit, perlit, dan bainit, yang menyebabkan penurunan kekerasan secara bertahap. Pada suhu 350 °C, struktur mikro yang seimbang dengan presipitasi karbida memberikan kekerasan yang cukup (89,79 RHN) serta meningkatkan ketangguhan. Pada suhu 450 °C, struktur menjadi lebih homogen dengan dominasi ferit dan perlit, menghasilkan kekerasan 87,89 RHN. Berdasarkan pengamatan mikrostruktur menggunakan SEM dan hasil uji kekerasan, dapat disimpulkan bahwa temperatur tempering 350 °C memberikan kombinasi terbaik antara kekerasan dan kestabilan mikrostruktur untuk aplikasi turbin gas skala kecil. Kata Kunci: AISI 4140, Tempering, Kekerasan, Mikrostruktur, SEM, Perlakuan Panas

Luis Fernando Wedingi,...
Jurnal

Pengaruh Perlakuan Panas Pasca Las (Post Weld Heat Treatment) Terhadap Kekerasan Dan Struktur Mikro Baja Karbon

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas pasca las (Post Weld Heat Treatment/PWHT) terhadap kekerasan dan struktur mikro baja karbon yang dilas dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) menggunakan elektroda E6013. Proses PWHT dilakukan pada suhu 600 °C dan 650 °C dengan waktu tahan 90 menit, kemudian didinginkan di udara. Uji kekerasan dilakukan dengan metode Rockwell (HRB), sedangkan pengamatan struktur mikro menggunakan mikroskop optik dengan pembesaran 200x. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa PWHT menurunkan nilai kekerasan seiring meningkatnya suhu perlakuan panas, dari kondisi struktur martensit pada spesimen tanpa PWHT menjadi campuran ferit dan perlit pada suhu 650 °C, yang berdampak pada peningkatan keuletan material. Perubahan pada struktur mikro ini membuktikan bahwa PWHT mampu mengurangi tegangan sisa pada baja karbon. Kata kunci: PWHT, SMAW, baja karbon , kekerasan, struktur mikro