Temukan koleksi karya tulis ilmiah mahasiswa UKIP
Pejalan kaki adalah orang yang berjalan kaki di jalan raya maupun di tempat umum dengan pergerakan yang lebih rendah dibandingkan kendaraan bermotor, pejalan kaki juga memiliki kebutuhan kenyamanan, keamanan dan kemudahan akses seperti pengguna jalan lainnya. Dalam piramida pengguna jalan, pejalan kaki menjadi prioritas utama hal ini dikarenakan pejalan kaki menjadi bagian yang sangat rentan mengalami kecelakaan dan memiliki konflik dengan pengguna jalan raya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pejalan kaki memiliki kebutuhan yang berbeda dari pengguna jalan lainnya, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan dan pengelolaan infrastruktur jalan. Kata Kunci: Pejalan kaki, Arus (Flow), Kecepatan (Speed), Kepadatan (density), Ruang (Space)
Quenching menggunakan media air memiliki nilai kekuatan tarik tertinggi yaitu 847,3 MPa. Dibandingkan dengan quenching media air garam dengan nilai sebesar 745,1 MPa dan media oli 622,4 MPa. Sedangkan nilai spesimen saat sebelum dilakukan perlakuan panas (raw material) adalah 489,6 MPa. Hasil pengamatan struktur mikro sebelum dilakukan perlakuan panas, struktur yang mendominasi adalah struktur ferrite dan pearlite, sedangkan setelah dilakukan perlakuan panas dan diquenching dengan media air, air garam, dan oli muncul struktur mikro berupa martensite. Kata kunci: Baja ST 50, Quenching, Uji Tarik, Struktur Mikro
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pembebanan tarik geser pada paku keling (rivet) terhadap nilai kekerasan dan pengaruh variasi pembebanan tarik geser pada paku keling (rivet) terhadap keausan. Kegiatan ini dilakukan pada Laboratorium Metalurgi Fisik Universitas Kristen Indonesia Paulus. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pembebanan tarik geser pada paku keling yang terpasang pada dua buah pelat yang di buatkan lubang sambungan tempat paku keling di masukkan. Untuk mengetahui nilai kekerasan dan nilai keausan pada paku keling (rivet) yang telah di berikan pembebanan tarik geser, dilakukan uji kekerasan dan uji keausan. Kata kunci : Paku Keling (Rivet), Uji Kekerasan, Uji Keausan.
Berdasarkan pengamilan data penelitian diketahui bahwa nilai COP yang didapatkan untuk tekanan refrigerant 40 PSi dan 50 PSi cenderung meningkat yaitu 2,046 menjadi 2,266. Sedangkan pada tekanan refrigerant 10 PSi dan 30 PSi cenderung menurun yaitu 2,764 menjadi 2,366. Kata kunci : Coefficient Of Performance (COP), Efek refrigerasi
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh debit aliran air tersebut terhadap efektivitas radiator serta untuk mengetahui perhitungan efektivitas radiator dengan menggunakan data temperatur dan debit aliran air. Penelitian ini menggunakan flowmeter, thermometer, dan Anemometer sebagai alat penelitian serta radiator mesin, kipas, dan motor listrik sebagai bahan untuk diteliti. Mesin radiator yang digunakan adalah radiator mesin mobil Innova tipe G. Kata Kunci: debit aliran air, temperatur, efektivitas, radiator.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan laju korosi yang terjadi pada baja St.37 dan St.70 hasil las SMAW dengan menggunakan air laut sebagai media perendaman. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Logam Teknik Mesin Fakultas Teknik. Kegiatan penelitian dengan membuat spesimen baja St 37 dan baja St 70 yang kemudian akan di rendam selama, 10 hari, 20 hari, dan 30 hari untuk mengetahui laju korosi yang terjadi pada baja St 37 dan baja St 70.
Kegiatan penelitian ini di lakukan pada Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus. Metode yang di gunakan adalah dengan membuat spesimen dengan dengan variasi pengasapan 10 jam, 20 jam, 30 jam, 40 jam dan 50 jam untuk mengetahui kekuatan balok kayu jati dilakukan uji mekanik dimensi merujuk kepada standar ASTM A370 (uji tarik).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui kekuatan tarik serat tunggal, kekuatan tarik material komposit dan nilai defleksi material komposit akibat pengaru pengasapan tertutup. Penelitian ini menggunakan bahan serat beluru (Entada Rheedii), resin dan katalis. Serat di asap menggunakan tempurung kelapa dengan perlakuan pengasapan tertutup dan waktu pengasapan 1 Jam, 2 Jam, 3 Jam, 4 Jam, 5 Jam. Kata kunci : Serat beluru, pengujian tarik, defleksi, pengasapan tertutup, komposit
Melalui penelitian ini dapat di ketahui bahwa baja karbon dengan metode pengujian kekerasan, memiliki nilai tertinggi sebesar 113,8 HR pada spesimen 3 di daerah las. Pengaruh media pendingin air memiliki pengaruh terhadap pembentukan pearlite di mana pembentukan fasa pearlite terbanyak terbentuk pada daerah las di arus 60 Ampere Kata Kunci : Variasi arus pengelasan, Media pendingin air, pengujian kekerasan, pengujian struktur mikro, SMAW