Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
Pemanfaatan agregat batu gunung Osu Lombebua Kabupaten Konawe Selatan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan dalam perkerasan jalan khususnya pada Laston Lapisan Aus, berawal dari masalah maka perlu dilakukan penelitian dengan melakukan serangkaian pengujian karakteristik dengan mengacu pada Standar Spesifikasi Bina Marga 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik campuran Laston Lapisan Aus dengan memanfaatkan agregat batu Gunung Osu Lombebua, dengan mengetahui karakteristik agregat, aspal dan filler, kemudian merancang komposisi campuran lalu dilakukan pembuatan benda uji yaitu berupa Laston Lapisan Aus serta pengujian Marshall Konvensional untuk penentuan KAO setelah itu pembuatan benda uji KAO untuk Stabilitas Marshall Sisa (SMS). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik bahan perkerasan berupa agregat batu Gunung Osu Lombebua Kabupaten Konawe Selatan telah memenuhi spesifikasi Umum Direktorat Jenderal Bina Marga 2018. Berdasarkan pengujian Karakteristik campuran Marshall Konvensional diperoleh nilai stabilitas, kelelehan (flow), Void in Mix (VIM), Void In Mix Aggeregate (VMA), dan Foid Filled With Bitumen (VFB) semua memenuhi spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Pengujian Marshall Immersion (Stabilitas Marshall Sisa) pada campuran Laston Lapisan Aus memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018, dimana nilai Stabilitas Marshall Sisa yaitu 96,78 ≥ 90 %. Kata kunci: Pemanfaatan, Osu Lombebua, Laston Lapisan Aus, Marshall Test
Sungai Galang-Galang atau biasa juga disebut Sungai Binanga Karaeng merupakan sungai perbatasan antara wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) yang dahulu dikenal Polmas sebelum memisahkan diri dengan Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika musim hujan, air di sungai ini sering meluap bahkan dapat menimbulkan bahaya bagi para petani perkebunan dan sawah disekitar dua daerah perbatasan itu. Sebagian air hujan yang jatuh dipermukaan mengikis tanah sehingga terbawa oleh aliran air ke dalam sungai sampai ke hilir hingga membuat endapan sedimen tersebut menjadi semakin meningkat. Sedimen yang terbentuk pada aliran sungai Galang – Galang akan menyebabkan kurangnya daya tampung sungai pada saat musim kemarau dan pada musim hujan akan menyebabkan banjir. Dari penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk menganalisis debit angkutan sedimen dasar dan sedimen melayang di Sungai Galang – Galang. Penelitian ini dilakukan secara langsung serta pengambilan sampel sedimen dasar dan sedimen melayang pada tiga titik sungai. Angkutan sedimen dasar dihitung menggunakan metode Van Rjin, dan untuk sedimen melayang dihitung dengan metode sesaat. Dari hasil analisis diperoleh debit angkutan sedimen dasar pada bagia hulu sebesar 4x10-4 ton/hari, pada bagian tengah sebesar 0,0891 ton/hari, dan pada bagian hilir sebesar 1x10-4 ton/hari. Sedangkan untuk debit angkutan sedimen melayang yaitu pada bagian hulu sebesar 0,208 ton/hari, pada bagian tengah sebesar 0,278 ton/hari, dan pada bagian hilir sebesar 0,121 ton/hari, dimana angkutan sedimen melayang diukur pada debit yang sangat kecil sehingga hasil yang diperoleh juga kecil. Kata kunci: sedimen dasar, sedimen melayang, metode Van Rjin, metode sesaat.
Sungai Mata Allo merupakan salah satu sungai yang terletak di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Merupakan salah satu sungai yang memiliki sumber material berupa agregat sungai yang cukup melimpah yang telah digunakan oleh masyarakat setempat sebagai bahan pembuatan beton dalam pembangunan konstruksi berskala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kekuatan beton berdasarkan uji kuat tekan beton, kuat tarik belah, kuat lentur dan modulus elastisitas pada campuran beton mutu normal berdasarkan variasi Faktor Air Semen (FAS) yaitu Variasi 0,49, 0,52 dan 0,55 dimana Variasi dengan kuat tekan tertinggi digunakan untuk pengujian selanjutnya. Metode perancangan Mix Design yang digunakan yaitu metode American Concrete Institute (ACI) dengan mutu beton rencana 25 Mpa. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tertinggi pada Variasi FAS 0,49 dengan nilai rata-rata kuat tekan dapat dilihat pada umur 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari berturut-turut dengan kuat tekan 16,977 Mpa, 23,301 Mpa, 25,276 Mpa dan 26,691 Mpa. Dari hasil penelitian yang dilakukan, karakteristik yang dihasilkan dari sungai Mata Allo tersebut memenuhi standar spesifikasi SNI untuk dijadikan sebagai bahan campuran beton. Kata kunci: Kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, modulus elastisitas.
Di bidang transportasi perkembangan pembangunan jalan dan perbaikan juga semakin bertambah demi kesejahteraan masyarakat. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik agregat Sungai Pattunuang Kabupaten Maros, karakteristik aspal, berat jenis filler dan karakteristik campuran. Metode yang digunakan ialah metode Marshall konvensional untuk mendapatkan sifat - sifat campuran, Marshall Immersion untuk mendapatkan stabilitas Marshall dari campuran yang tersisa. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa karakteristik material perkerasan berupa Batu Sungai Pattunuang Kabupaten Maros memenuhi persyaratan teknis sebagai material perkerasan. Melalui rancangan campuran AC-BC agregat kasar 42,82 %, agregat halus 45,73 %, filler 5,45 % dan kadar aspal optimum 6,00 %. Sifat campuran AC-BC yaitu Stabilitas, flow, VIM, VMA, dan VFB yang telah memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018. Melalui pengujian Marshall Immersion campuran AC-BC dengan Kandungan Aspal Optimum 6,00% diperoleh Stabilitas Marshall Sisa sebesar 91,69 % memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018 yaitu minimal 90%. Kata kunci: Karakteristik, Marshall Immersion, AC-BC.
Perkembangan di Kecamatan Buntu Malangka yang semakin pesat, utamanya dibidang pembangunan, sehingga penggunaan beton menjadi pilihan utama sebagai konstruksi bangunan. Pembangunan dalam bidang konstruksi beton yang digunakan di daerah tersebut lebih banyak menggunakan agregat yang berasal dari sungai. Sungai Aralle yang merupakan salah satu sungai besar dan terdekat di daerah tersebut, menjadi lokasi utama masyarakat untuk mengambil agregat, dan belum pernah dilakukan penelitian sebelumnya terhadap tingkat ketahanan agregat saat digunakan sebagai bahan campuran beton. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik agregat Sungai Aralle dan kekuatannya dalam pekerjaan beton. Kuat tekan rencana 20 MPa dengan menggunakan metode American Concrete Institute. Yang digunakan berupa benda uji silinder bediameter 15 cm × tinggi 30 cm, 12 buah pengujian kekuatan tekan, 3 buah pengujian kekuatan tarik belah serta balok 60 × 15 cm, pengujian kuat lentur 3 buah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pada pengujian kuat tekan beton rata-rata pada umur 7, 14, 21, 28 hari masing-masing sebesar 9,903 MPa, 15,468 MPa, 18,203 MPa, 21,126 MPa. Pada umur 28 hari diperoleh kuat tarik belah 2,028 MPa, kuat lentur 2,756 MPa dan Modulus elastisitas 21252,778 MPa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai karakteristik dan pengujian kuat tekan pada umur 28 hari diperoleh nilai memenuhi dan mencapai mutu yang direncanakan sehingga agregat tersebut baik digunakan dalam konstruksi beton. Kata Kunci : Agregat Sungai Aralle, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Kuat Lentur, Modulus Elastisistas
Preservasi Ruas Jalan Batas Kota Sorong terletak pada ruas jalan Kabupaten Sorong. Daerah ini merupakan lokasi padat permukiman sehingga sangat membutuhkan peningkatan pelayanan jalan guna mendukung segala aktivitas lalu lintas darat. Lokasi Penelitian Evaluasi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Preservasi Ruas Jalan Aimas – Klamono – Kabupaten Sorong terletak pada ruas jalan Kabupaten Sorong – Kabupaten Sorong Selatan. Untuk mencapai lokasi penelitian, jarak yang ditempuh 18 km dari Kota Sorong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan K3 pada proyek konstruksi Preservasi Ruas Jalan Aimas – Klamono Kabupaten Sorong. Data Primer diperoleh dengan cara observasi, melakukan wawancara dan pengisian ceklis. Hasil Penerapan SMK3 yaitu Keamanan Tempat Bekerja dalam Proyek dengan bobot 81,83 %, Peralatan dan Pakaian Kerja 91,96 %, Perlindungan Terhadap Publik 71,06 %, Komitmen Manajemen terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 54,44 %, Kesehatan Kerja dengan bobot 76,67 % Kata Kunci: Evaluasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Konstruksi, Preservasi
Perkembangan teknologi dibidang teknik sipil khususnya jalan, berkembang dengan pesat seiring dengan perkembangan zaman. Namun kurangnya ketersedian material yang digunakan dalam konstruksi menjadi permasalahan yang perlu ditanggulangi. Oleh karena itu dalam penelitian ini menguji batu Sungai Sadang sebagai agregat yang dapat dimanfaatkan dalam campuran perkerasan khususnya lapisan AC-BC dengan menggunakan metode marshal test dengan mengacu pada spesifikasi Bina Marga 2018. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu nilai stabilitas sebesar 1190,28 kg -1545,08 kg, flow 2,35 mm -3,85 mm,VIM 4,335% - 3,098%, VMA 14,64% - 18,26%, VFB 70,39% - 83,03%. Kata Kunci: Karakteristik, Komposisi, AC-BC, Material Duampanua
Agregat merupakan salah satu komponen utama yang menentukan kemampuan perkerasan memikul beban lalulintas, Sungai Bila adalah sungai di Kabupaten Sidrap yang memiliki agregat berupa batu dan pasir sungai, yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan perkerasan jalan. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik agregat sungai Bila, karakteristik aspal, karakteristik filler, serta mengetahui komposisi campuran dan karakteristik campuran AC-Base. Untuk mengetahui maksud dari penelitian ini, dilakukan pemeriksaan dan pengujian di Laboratorium sesuai dengan spesifikasi umum Bina Marga 2018, menggunakan metode Marshall Konvensional dan Marshall Immersion. Adapun hasil pemeriksaan dan pengujian karakteristik agregat, aspal dan filler memenuhi spesifikasi sebagai bahan lapis perkerasan jalan. Melalui rancangan komposisi campuran AC-Base diperoleh agregat kasar 53,42%, agregat halus 37,00%, filler 4,58% dengan kadar aspal optimum 5,00%. Karakteristik campuran yaitu nilai stabilitas, flow, VIM, VMA dan VFB yang menggunakan metode marshall konvensional, dan nilai stabilitas marshall sisa dari uji marshall immersion memenuhi spesifikasi umum Bina Marga 2018 yaitu 96,52% ≥ 90,00%. Kata kunci: Karakteristik Bahan, Komposisi Campuran, Pengujian Marshall, AC-Base.
Penumpukan limbah plastik di indonesia sudah semakin bertambah dan akan merusak lingkungan yang ada disekitar kita apabila tidak adanya penanggulan yang tepat. Oleh karena itu untuk mengurangi dampak penumpukan limbah plastik maka dilakukan penelitian untuk memanfaatkan limbah tersebut sebagai bahan tambah yang dapat digunakan dalam campuran Laston AC-WC, dengan tujuan mengetahui bagaimana karakteristik dan pengaruh penmbahan limbah plastik dalam campuran perkerasan dengan menggunakan metode marshall konvensional dan mengacu pada Spesifikasi Bina Marga 2018. Hasil yang didapatkan nilai stabilitas sebesar 1757 kg ,VIM 4,80 %, flow 3,51 mm,VMA 16,18%, VFB 70,12%. Semua hasil penelitian memenuhi spesifikasi yang Bina Marga 2018. Kata kunci: Marshall, AC-WC, Limbah Plastik