Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bahan, komposisi campuran AC-WC, pemanfaatan campuran AC-WC, dan mengetahui nilai IKS dari batu Sungai Leoran Desa Pinang. Pengujian karakteristik agregat, aspal, dan filler kemudian merancang LASTON AC-WC dilanjutkan dengan pengujian Marshall konvensional dan pengujian Marshall Immersion adalah metode yang digunakan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa material dari Sungai Leoran memenuhi standar spesifikasi dalam pekerjaan perkerasan jalan. Komposisi yang digunakan untuk campuran AC WC adalah 36,75%, agregat halus 50%, filler 5,75%, dengan KAO sebesar 7,50%. Indeks Kekuatan Sisa sebesar 96,57% dengan KAO sebesar 7,50% dari hasil penelitian memenuhi standar spesifikasi, yaitu memperoleh nilai Indeks Kekuatan Sisa sebesar 96,57% dengan KAO sebesar 7,50%. Kata kunci: Pengujian agregat, Campuran Lapisan Beton Aspal, Pengujian Marshall
Terdapat masalah yang sering dialami pada bendung seperti masalah gangguan angkutan sedimen, gangguan penyadapan aliran, masalah tergerus hingga hancurnya bangunan. Pintu pengambilan pada Bendung Paku hanya mampu melayani 100 ha, jadi diperlukan perencanaan ulang pintu pengambilan untuk memenuhi kebutuhan areal irigasi seluas 466 ha. Untuk mengurangi sedimen yang masuk ke saluran irigasi direncanakan kantong lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dimensi pada pintu pengambilan (intake) dan kantong lumpur. Spesifikasi yang digunakan pada penelitian ini ialah Standar Perencanaan Irigasi KP-01 dan KP-02. Dalam penelitian ini didapatkan hasil lebar bukaan pintu pengambilan (intake) sebesar 1,000 m dan tinggi 1,670 m. Untuk kantong lumpur dengan waktu pembilasan selama 7 hari mampu menampung sedimen sebanyak 254 m3 dengan dimensi lebar dasar 4,000 m, panjang 86 m, kedalaman aliran 0,700. Tampungan sedimen kedalaman 0,660 m dan kedalaman hilir 0,820 m. Kata Kunci: Kantong Lumpur, Pintu Pengambilan, Sedimen
Dalam merencanakan suatu struktur cantilever rangka batang, dengan bentang panjang yang telah ditentukan, tentu akan dicari suatu model struktur rangka dengan profil yang mampu menahan beban yang diberikan. Hal ini dapat dilakukan dengan merencanakan model struktur rangka batang dengan model pratt truss. Tujuan utama tugas akhir ini adalah menghasilkan suatu desain struktur cantilever rangka batang dengan model pratt truss bentang panjang yang akan menjadi bagian dari suatu bangunan yang unik.Struktur cantilever rangka batang pratt truss bentang panjang tersebut dianalisa menggunakan program MDSolids v.4.1.0 untuk menghitung gaya-gaya dalam yang bekerja pada tiap komponen struktur rangka yang didesain, sedangkan program STAAD Pro Connect v.22 digunakan untuk menganalisa deformasi profil struktur cantilever hasil desain. Perencanaan struktur cantilever rangka batang ini dihitung dengan mengacu pada SNI 1727:2020 tentang beban desain minimum dan kriteria terkait untuk bangunan gedung maupun struktur lain, dan SNI 1729:2020 tentang spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural. Hasil perencanaan yang diperoleh adalah dimensi profil batang balok yang dibutuhkan. Struktur rangka batang pratt truss cocok digunakan sebagai struktur bentang panjang cantilever. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan dengan menggunakan program komputer dimana model pratt truss memiliki deformasi/lendutan struktur yang terjadi tidak melebihi batas yang signifikan, dan hasil desain profil – profil yang digunakan aman dalam menerima beban, walaupun hasil analisis perhitungan terdapat elemen batang yang paling kritis dalam menahan beban gaya aksial tekan yaitu batang t1 dan b2. Sedangkan batang yang paling kritis dalam menahan beban gaya aksial tarik adalah batang d1 dan a1. Kata kunci : pratt truss, program, rangka baja, struktur cantilever
Jalan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat kabupaten mamasa, maka dilakukan penelitian pada batu sungai tetean apakah layak digunakan sebagai perkerasan jalan untuk campuran Asphalt Concrete- Wearing-Course. Pengujian yang dilakukan penelitian ini adalah pengujian karakteristik agregat kasar, halus, filler, dan aspal kemudian merancang komposisi campuran AC-WC serta pengujian perendaman Marshall untuk karakteristik campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik campuran AC-WC yang menggunakan Batu Sungai Tetean dan styrofoam sebagai bahan tambah melalui pengujian test Marshall diperoleh nilai karakteristik campuran yaitu stabilitas, flow, VIM, VMA, dan VFB semuanya memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Pengaruh penambahan styrofoam pada campuran AC-WC mampu mengisi rongga pada campuran yang membuat rongga menjadi lebih kecil, membuat ikatan antara agregat menjadi lebih kuat sehingga dengan adanya penambahan styrofoam campuran menjadi lebih kedap air/ tahan terhadap air ,cuaca dan beban lalu lintas. Kata Kunci : AC-WC, Styrofoam, Karakteristik, Marshall Test
Tanah lempung adalah suatu jenis tanah kohesif yang memiliki sifat kuat geser yang rendah namun kompresibilitasnya besar. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui sifat-sifat fisik tanah yang berasal dari Desa Rantebua, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja utara serta untuk mengetahui pengaruh penambahan gypsum pada tanah yang berasal dari Desa Rantebua, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja utara dengan pengujian geser langsung. Metode penelitian mencakup pengujian sifat-sifat fisik tanah dan pengujian mekanis pada alat geser langsung. Dari hasil Pengujian geser langsung yang telah didapatkan menunjukan bahwa masing-masing sampel tanah yang dicampurkan dengan gypsum pada komposisi 12%, 20%, dan 28% mengalami peningkatan nilai (c) dan nilai (ϕ). Menurut USCS tergolong kedalam jenis tanah berbutir halus dengan plastisitas rendah sampai sedang, sedangkan pada hasil pengujian geser langsung dengan adanya campuran gypsum kedalam empat sampel tanah mampu memberikan pengaruh peningkatan pada nilai (c) dan nilai (ϕ) sehingga daya dukung pada tanah menjadi lebih baik dari kondisi tanah sebelum dicampurkan dengan gypsum. Kata kunci: Direct Shear, Bubuk Gypsum, Kohesi, Sudut Geser
Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian aktivitas yg saling berkaitan guna mencapai tujuan eksklusif pada batas waktu dan mutu eksklusif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang terjadi pada kerja lembur dan berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan pada pengecoran balok dan plat pada lantai dua proyek Trans Studio Makassar New Development. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisa Korelasi Sederhana. Berdasarkan hasil penelitian terdapat adanya faktor-faktor utama yang terjadi pada kerja lembur dan berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan yang dapat disimpulkan yaitu : Faktor adanya pengawasan yang ketat pada saat bekerja, Faktor kurangnya keahlian tenaga kerja, Faktor ketidakefisienan pekerja akibat terlalu banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan, Faktor kurangnya waktu istirahat pekerja, Faktor penerang/ pencahayaan pada saat melakukan kerja lembur pada malam hari dan Faktor adanya jaminan kerja mampu meningkatkan semangat kerja pekerja. Kata Kunci: Kerja lembur, pekerjaan pengecoran, proyek Trans Studio Makassar New Development.
Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral, semen dan air. Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan peletakan. Dalam meningkatkan kekuatan atau mutu beton, agregat kasar yang digunakan berasal dari tambang Sangkaropi’ karena selain masih jarang yang menggunakan agregat disana, batu tambang Sangkaropi pun mengandung mineral seperti kalsium oksida, silika dioksida, aluminium oksida. Dengan menambahkan bahan-bahan, baik itu pada agregat kasar maupun agregat halus, sebagai pengganti bahan pengikat dan ada pula sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan daya rekat dari bahan pengikat dalam beton salah satunya menggunakan material sandblasting dalam campuran beton. Hal tersebut dikarenakan sandblasting merupakan bahan alam yang bahan bakunya mengandung almandite dan silica sebanyak kurang dari 0,1 persen, yang artinya sandblasting tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Variasi yang digunakan 0%, 5%, dan 10%. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kuat tekan, uji kuat tarik belah, dan uji kuat lentur dengan mutu beton rencana 25 MPa. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai kuat tekan berturut-turut sebesar 26,502 Mpa, 28,389 Mpa dan 31,878 Mpa pada uji kuat tarik belah diperoleh nilai berturut-turut 1,721 Mpa, 2,146 Mpa, 2,617 Mpa dan pada uji kuat lentur diperoleh nilai sebesar 1,837 Mpa, 2,341 Mpa, dan 2,696 Mpa.
Sungai Galang-Galang atau Sungai Binanga Karaeng merupakan lokasi penelitian dimana sungai ini merupakan sungai perbatasan antara wilayah Kabupaten Polewali Mandar dengan Kabupaten Pinrang. Pada bulan April tahun 2020 terjadi banjir yang merusak bangunan irigasi pada sisi kanan bendung bagian hilir Sungai Galang-Galang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekasaran dan kapasitas penampang Sungai Galang-Galang. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan metode survey dan titik lokasi ditentukan berdasarkan pada titik pengamatan yang dapat mewakili bagian hulu, tengah, dan hilir. Analisis koefisien kekasaran menggunakan persamaan Manning. Nilai koefisien kekasaran Sungai Galang Galang pada bagian hulu sebesar 0,037, tengah sebesar 0,015 dan hilir yaitu 0,037. Perbedaan nilai koefsien kekasaran dipengaruhi oleh faktor ketidakteraturan penampang, ukuran butiran sedimen yang berbeda tiap titik dan penyempitan saluran. Kapasitas penampang pada segmen 1-1, 2-2, dan 3-3 tidak mampu menampung debit banjir Q50 dan Q100. Kata kunci: Koefisien Kekasaran, Persamaan Manning, Sungai Galang-Galang
Perumahan Telkomas merupakan salah satu kompleks yang berada di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan dan merupakan kawasan yang mendapatkan pendistribusian air bersih dari PDAM Kota Makassar namun di Perumahan Telkomas saat ini memiliki suatu permasalahan mengenai tekanan airnya. Penelitian ini dimaksudkan mengetahui kebutuhan air bersih di perumahan Telkomas pada saat sekarang dan saat yang akan datang serta membuat rencana pengembangan pendistribusian air bersih dengan perkembangan perumahan Telkomas. Hasil perhitungan kebutuhan air saat sekarang di perumahan Telkomas dengan jumlah rumah yang berlangganan yaitu 405 rumah , dimana jumlah kebutuhan air harian rata-rata didapatkan 340.200 liter/hari, kebutuhan harian rata-rata sebesar 391.230 liter/hari dan jam puncak sebesar 7,924 liter/detik. Kemudian pada perhitungan kebutuhan air saat yang akan datang yang diasumsikan 10 tahun kedepan dan jumlah pelanggan 70% atau sekitar 770 rumah, 2 fasilitas Pendidikan dan 3 fasilitas ibadah , dimana jumlah kebutuhan air harian rata-rata didapatkan 673.080 liter/hari, kebutuhan harian maximum sebesar 774.042 liter/hari dan jam puncak sebesar 15,678 liter/detik. Kemudian setelah dilakukan Analisa jaringan perpipaan pada Epanet 2.0 terdapat beberapa node yang tekanannya masih dibawah kriteria pipa distribusi atau sekitar 5,16 meter air.Setelah dilakukan pengembangan sistem jaringan perpipaan dengan menambahkan 2 pompa pada masing – masing reservoir sehingga nilai tekanan air yang didapatkan telah memenuhi kriteria pipa distribusi dan sudah dapat memenuhi kebutuhan air pelanggan PDAM yang ada di perumahan Telkomas baik saat sekarang ini maupun saat yang akan datang. Kata kunci: Air Bersih, Tekanan, Jaringan Perpipaan, Software Epanet 2.0