Temukan koleksi karya tulis ilmiah mahasiswa UKIP
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter pembubutan dan Kekasaran Permukaan (Ra) pada baja St 34. Penelitian ini menggunakan material baja St 34 dibubut dengan menggunakan parameter pembubutan antara lain kecepatan spindel 150 300 450 rpm, kedalaman makan 0,5 1 1,5 mm, gerak makan 0,05 0,17 0,30 mm/put. Dari hasil penelitian menunjukkan nilai Kekasaran Permukaan (Ra) paling tertinggi pada kecepatan spindel 150 rpm, kedalaman makan 1,5 mm, gerak makan 0,30 mm/put dengan nilai 8,48367 dan nilai paling optimal pada kecepatan spindel 450 rpm, kedalaman makan 0,5 mm, gerak makan 0,05 mm/put dengan<br>nilai 1,54467.<br><br>Kata Kunci: Parameter Pembubutan, Kekasaran Permukaan, Baja St 34</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh adhesive joint lem fox pavc terhadap sambungan logam non ferrous dengan menggunakan 2 (dua) metode pengujian yaitu pengujian tarik dan bending. Penelitan ini Menggunakan bahan material kayu jati dan beberapa variasi sambungan yaitu, sambungan bibir miring, bibir berkait, dan sambungan lidah dan alur menggunakan adhesive lem fox pavc. Melalui penelitian ini dapat diketahui bawah adhesive joint dengan metode pengujian tarik, memiliki nilai tertinggi sebesar 0.95 MPa/mm2 pada variasi sambungan bibir miring, dan padah pengujian bending nilai kekuatan bending tertinggi adalah 11.588 Mpa/mm2 pada variasi sambungan bibir berkait.<br><br>Kata kunci : Adhesive joint,</div>
<div>Perkembangan teknologi moderen saat ini menuntut setiap pihak yang terlibat untuk meningkatkan kualitas barang yang dihasilkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk adalah bahan, teknik fabrikasi spesimen dan teknik pengelasan. Tegangan Menghasilkan pada spesimen Gerakan Elektroda Spiral dapat diperoleh tegangan menghasilkan 464, 44 MPa dan menghasilkan tegangan spesimen Gerakan Elektroda Zig-Zag yang diperoleh sebesar 456,94 MPa. Penelitian dilakukan di laboratorium program studi teknik mesin Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus. Gerakan Elektroda Spiral Data I pada arus 100 Ampere memperoleh tegangan yielding sebesar 30770 MPa, untuk saat ini Elektroda Spiral Data II meningkat tegangan yielding sebesar 33290.001 MPa, kemudian Pada Elektroda Spiral Data III juga mengalami penurunan tegangan yielding sebesar 29280 MPa. Data pengujian kekerasan pada spesimen dengan pengelasan Las SMAW pada Gerakan Elektroda Spiral Data I pada arus 100 Ampere pada daerah logam las SMAW sebesar 105,72 HRN dan pada daerah HAZ Gerakan Elektroda Spiral Data I memiliki nilai kekerasan perlahan menurun sebesar 104,08 HRN dan pada daerah base metal Gerakan Elektroda Spiral memperoleh nilai kekerasan terendah sebesar 95.84 HRN. <br><br>Kata kunci: spot welding, baja karbon rendah, stainless steel, holding time.</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan bending dan kekerasan pada material baja St. 46 akibat pengaruh variasi sudut kampuh X pada pengelasan MIG. Adapun penelitian ini menggunakan material baja St. 46, lalu material dilas menggunakan pengelasan MIG dengan variasi sudut kampuh X : 30°, 35°, 40° dan 45°. Pada hasil pengujian bending, nilai tertinggi yang didapatkan pada saat pengujian kekuatan bending menggunakan variasi sudut kampuh dengan pengelasan MIG terdapat pada sudut kampuh 45° sebesar 675,9 MPa, sedangkan nilai kekuatan bending terendah terdapat pada variasi sudut kampuh 30° sebesar 448,3 MPa. Pada hasil pengujian kekerasan didapatkan nilai kekerasan (Rockwell) tertinggi pada variasi sudut kampuh 30° untuk titik 0 daerah las sebesar 109,74 HR, sedangkan nilai kekerasan (Rockwell) terendah terdapat pada variasi sudut kampuh 40° untuk titik -1 daerah HAZ sebesar 106,68 HR. Untuk itu variasi sudut kampuh X mempengaruhi kekuatan bending maksimum dan nilai kekerasan (rockwell).<br><br>Kata kunci : Variasi sudut kampuh, baja St. 46, MIG, pengelasan, kekuatan bending, nilai kekerasan (Rockwell).</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan ketangguhan pelat besi strip St 65 akibat pengaruh variasi arus pengelasan SMAW dengan tebal pelat 3 mm menggunakan elektroda E6013 diameter 2,0. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 45. Metode yang digunakan persiapan alat dan bahan, pembuatan spesimen dengan kampuh V, pengelasan SMAW, dengan elektroda E6013,Ø:2,0 mm dengan arus 90 A, 100 A, dan 110 A dengan uji tarik dan uji impak, analisa data dan pembahasan kemudian kesimpulan dan<br>saran. Kegiatan penelitian ini dimulai pada tanggal 26 Juni 2023, di Laboratorium ilmu logam Fakultas Teknik Program Studi Teknik Mesin Universitas Kristen Indonesia Paulus. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai tegangan tarik maksimum tertinggi adalah 64,59 kgf/mm2 pada spesimen arus 100 A dan nilai ketangguhan tertinggi adalah 17,68 Joule pada arus 90 A.<br><br>Kata Kunci : Pelat besi strip St 65, pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW), uji tarik, dan uji impak.</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh media pendingin quenching terhadap baja karbon, dengan menggunakan dua metode pengujian yaitu pengujian tarik dan impak. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon, elektroda E6013 ketebalan 2,0 mm dan beberapa variasi media pendingin yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu, air, udara dan oli SAE 40. Adapaun metode pengelasan yang digunakan adalah pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan menggunakan arus 50 Ampere. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa baja karbon dengan menggunakan metode pengujian tarik, memiliki nilai tertinggi sebesar 269,3 MPa pada variasi media pendingin oli SAE 40. Pengaruh media pendingin oli memberikan pengaruh besar terhadap besarnya tegangan tarik yang dimiliki oleh baja karbon dan diketahui pula bahwa media pendingin udara sangat berpengaruh terhadap kekuatan impak, itu dapat diketahui karena tingginya nilai harga impact yang dimiliki media pendingin udara sebesar 0,193 Joule/mm2.<br><br>Kata kunci : Media pendingin, pengujian tarik, pengujian impak SMAW.</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan momen lentur/lendutan kayu bayam dengan variasi pengasapan tertutup.<br>Kegiatan penelitian ini di lakukan pada Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus. Metode yang di gunakan adalah dengan membuat spesimen dengan variasi pengasapan 10 jam, 20 jam, 30 jam, 40 jam dan 50 jam untuk mengetahui kekuatan balok kayu bayam dilakukan uji mekanik dimensi merujuk kepada standar ASTM A370 (uji tarik). Hasil penelitian menunjukan pengaruh pengasapan tertutup dengan pengujian tarik nilai yang paling kuat terdapat pada pengasapan 30 jam = 62,83 MPa. Dan pengasapan berpengaruh terhadap defleksi dimana perputaran sudut yang terjadi pada balok kayu bayam dengan panjang spesimen 300 mm yang di berikan beban menghasilkan perputaran sudut berbanding lurus dengan beban.</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik serat tunggal, kekuatan tarik material komposit dan kekuatan impak serat batang pisang abaka akibat perlakuan pengasapan. Penelitian ini dilaksanakan di kota makassar dengan memilih tempat yang terkait dengan penelitian ini yaitu laboratorium metalurgi fisik dan workshop prodi Teknik Mesin UKI Paulus Makassar. Teknik pengumpulan data deilakukan dengan cara pengujian terhadap material-material yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa perlakuan pengasapan pada serat dapat mempengaruhi kekuatan tarik pada serat,seperti yang terjadi pada serat tunggaldengan pengasapan selama 3 jam yang mengalami kenaikan kekuatan tarik paling tinggi dan pada material komposit mengalami perubahan kekuatan tarik dan kekuatan impak yang berbanding lurus dengan kekuatan tarik serat tunggal.</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tekanan gas terhadap kekuatan tarik dan kekuatan bending pada pelat baja karbon St 32 dengan pengelasan MIG. Penelitian ini menggunakan pelat baja karbon St 32 bahan di las dengan menggunakan pengelasan MIG dengan elektroda 0,8 mm dengan kampuh X dengan variasi tekanan gas 40 Psi, 45 Psi dan 50 Psi. Pada hasil pengujian tarik, nilai tertinggi yang di dapatkan pada tegangan tarik maksimum dari hasil pengelasan adalah pada tekanan gas 45 Psi sebesar 34,3 kgf/mm2 sedangkan nilai tegangan tarik terendah dari hasil pengelasan pada tekana 40 Psi sebesar 32,7 kgf/mm2 pada hasil pengujian bending dari hasil pengelasan di dapatkan nilai tertinggi pada tekanan 40 Psi sebesar 596,3 MPa dan nilai kekuatan bending terendah di tunjukkan pada tekanan gas 45 Psi sebesar 478,8 MPa. Variasi tekanan gas berpengaruh pada kekuatan tarik dan kekuatan bending semakin rendah, tekanan gas semakin besar<br>pula kekuatan tariknya sedangkan semakin tinggi tekanan gas semakin rendah kekuatan bending yang diperoleh.<br><br><br>Kata kunci : MIG, Tekanan gas, Kekuatan tarik, Kekuatan bending, baja St 32</div>