Temukan koleksi karya tulis ilmiah mahasiswa UKIP
<div>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand image, brand equity, dan influencer terhadap keputusan pembelian motor Yamaha pada mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Kata Kunci: Brand Image, Brand Equity, Influencer, Keputusan Pembelian, SmartPLS, Yamaha.</div>
<div>Penelitian ini menganalisis kinerja keuangan perusahaan tembakau yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023 menggunakan analisis rasio keuangan. Rasio yang digunakan mencakup likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas. Kata Kunci. Analisis Rasio Keuangan, Kinerja Keuangan, Bursa Efek Indonesia, Perusahaan Tabacco</div>
<div>Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji seberapa besar dampak Akses Pembiayaan dan Pengelolaan Keuangan terhadap Kinerja UMKM yang beraktivitas di wilayah Kota Makassar. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 96 pelaku usaha, yang ditentukan menggunakan rumus Formula Lemeshow. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui distribusi kuesioner kepada para pelaku UMKM yang bergerak di sektor kuliner. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa: 1)Akses pembiayaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM, 2) Pengelolaan keuangan juga memberikan dampak signifikan terhadap kinerja UMKM, 3) Secara bersamaan, kedua variabel tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Kata Kunci: Akses Pembiayaan, Pengelolaan Keuangan, Kinerja UMKM</div>
Pejalan kaki adalah orang yang berjalan kaki di jalan raya maupun di tempat umum dengan pergerakan yang lebih rendah dibandingkan kendaraan bermotor, pejalan kaki juga memiliki kebutuhan kenyamanan, keamanan dan kemudahan akses seperti pengguna jalan lainnya. Dalam piramida pengguna jalan, pejalan kaki menjadi prioritas utama hal ini dikarenakan pejalan kaki menjadi bagian yang sangat rentan mengalami kecelakaan dan memiliki konflik dengan pengguna jalan raya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pejalan kaki memiliki kebutuhan yang berbeda dari pengguna jalan lainnya, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan dan pengelolaan infrastruktur jalan. Kata Kunci: Pejalan kaki, Arus (Flow), Kecepatan (Speed), Kepadatan (density), Ruang (Space)
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media quenching terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro baja ST 50, yang dipanaskan pada temperatur 850˚C dan ditahan selama 90 menit, lalu diquenching dengan temperatur rendah menggunakan media pendingin air, air garam dan oli. Proses quenching dapat meningkatkan kekuatan tarik pada baja ST 50. Quenching menggunakan media air memiliki nilai kekuatan tarik tertinggi yaitu 847,3 MPa. Dibandingkan dengan quenching media air garam dengan nilai sebesar 745,1 MPa dan media oli 622,4 MPa. Sedangkan nilai spesimen saat sebelum dilakukan perlakuan panas (raw material) adalah 489,6 MPa. Hasil pengamatan struktur mikro sebelum dilakukan perlakuan panas, struktur yang mendominasi adalah struktur ferrite dan pearlite, sedangkan setelah dilakukan perlakuan panas dan diquenching dengan media air, air garam, dan oli muncul struktur mikro berupa martensite.<br><br>Kata kunci: Baja ST 50, Quenching, Uji Tarik, Struktur Mikro</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pembebanan tarik geser pada paku keling (rivet) terhadap nilai kekerasan dan pengaruh variasi pembebanan tarik geser pada paku keling (rivet) terhadap keausan. Kegiatan ini dilakukan pada Laboratorium Metalurgi Fisik Universitas Kristen Indonesia Paulus. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pembebanan tarik geser pada paku keling yang terpasang pada dua buah pelat yang di buatkan lubang sambungan tempat paku keling di masukkan. Untuk mengetahui nilai kekerasan dan nilai keausan pada paku keling (rivet) yang telah di berikan pembebanan tarik geser, dilakukan uji kekerasan dan uji keausan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai kekerasan yang tertinggi terdapat pada paku keling (rivet) yang telah diberikan pembebanan tarik geser dengan Δ kerusakan 2 mm yang memiliki nilai kekerasan yaitu 83,2 HR. Sedangkan pada uji keausan, paku keling (rivet) yang telah mengalami pembebanan tarik geser dengan variasi Δ kerusakan 1 mm, 1,5 mm dan 2 mm lalu dilakukan uji keausan dengan lama pengausan yaitu 10 menit, dapat disimpulkan bahwa semakin besar pembebanan tarik geser yang diberikan semakin besar pula nilai keausan yang dialami paku keling tersebut. Dimana sesuai dengan data yang telah didapatkan pada saat penelitian yaitu paku keling (rivet) dengan Δ kerusakan 1 mm memiliki tebal pengikisan 3,55 m, paku keling (rivet) dengan Δ kerusakan 1,5 mm memiliki tebal pengikisan 3,85 mm, dan paku keling (rivet) dengan Δ kerusakan 2 mm memiliki tebal pengikisan terbesar yaitu 5,55 mm.<br><br>Kata kunci : Paku Keling (Rivet), Uji Kekerasan, Uji Keausan.</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tekanan refrigerant R-134a dan penggunaan refrigerant dari segi biaya pemakaian.<br>Pada penelitian ini menggunakan Anemometer, Termometer digital, dan Manifold Gauge sebagai alat penelitian serta refrigerant R-134a sebagai bahan yang diteliti dan juga satu unit mobil Toyota Starlet. Berdasarkan pengamilan data penelitian diketahui bahwa nilai COP yang<br>didapatkan untuk tekanan refrigerant 40 PSi dan 50 PSi cenderung meningkat yaitu 2,046 menjadi 2,266. Sedangkan pada tekanan refrigerant 10 PSi dan 30 PSi cenderung menurun yaitu 2,764 menjadi 2,366. Untuk nilai efek refrigerasi masing masing tekanan mengalami peningkatan, untuk tekanan refrigerant 40 PSi dan 50 PSi yakni dari 133 kJ/kg menjadi 136 kJ/kg lalu untuk tekanan refrigerant 40 PSi dan 50 PSi yakni 141 kJ/kg menjadi 142 kJ/kg. Untuk biaya pemakaian refrigerant itu sendiri yaitu Rp.120.000/mobil<br><br>Kata kunci : Coefficient Of Performance (COP), Efek refrigerasi</div>
<div>Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh debit aliran air tersebut terhadap efektivitas radiator serta untuk mengetahui perhitungan efektivitas radiator dengan menggunakan data temperatur dan debit aliran air. Penelitian ini menggunakan flowmeter, thermometer, dan Anemometer sebagai alat penelitian serta radiator mesin, kipas, dan motor listrik sebagai bahan untuk diteliti. Mesin radiator yang digunakan adalah radiator mesin mobil Innova tipe-G. Berdasarkan pengambilan data pengujian diketahui bahwa nilai efektivitas radiator untuk debit aliran air 0,0002 m3/s adalah 0,027 %. Pada debit 0,00025 m3/s sebesar 0,122 %. Pada debit 0,00024 m3/s sebesar 0,124 %. Pada debit 0,00033 m3/s sebesar 0,186 %. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kecepatanp aliran air pendingin berpengaruh terhadap proses perpindahan suhu sistem pendingin radiator sehingga semakin banyak pula kalor yang diserap.<br><br>Kata Kunci: debit aliran air, temperatur, efektivitas, radiator.</div>
<div>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan laju korosi yang terjadi pada baja St.37 dan St.70 hasil las SMAW dengan menggunakan air laut sebagai media perendaman. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Logam Teknik Mesin Fakultas Teknik. Kegiatan penelitian dengan membuat spesimen baja St 37 dan baja St 70 yang kemudian akan di rendam selama, 10 hari, 20 hari, dan 30 hari untuk mengetahui laju korosi yang terjadi pada baja St 37 dan baja St 70. Berdasarkan hasil penelitian, nilai laju korosi terhadap waktu pengkorosian selama perendaman 10 hari pada spesimen baja St 37 yaitu 0,002 mm/jam sedangkan pada spesimen baja St 70 yaitu 0,002 mm/jam. Waktu pengkorosian selama 10 hari, terus mengalami pengkorosian selama 30 hari pada spesimen baja St 37 mengalami peningkatan yaitu 0,1 mm/jam, sedangkan pada spesimen baja St 70 mengalami peningkatan yaitu 0,3 mm/jam.</div>