Temukan koleksi karya tulis ilmiah mahasiswa UKIP
Beton SCC adalah beton yang memiliki workability, yang sangat baik dan juga beton yang mampu memadat dengan sendirinya karena beton SCC (self compacting concrete) merupakan sebuah beton yang inovatif yang berasal dari perkembangan di dunia konstruksi dan bahkan pengembanganpun terus berlanjut. Kata Kunci: Beton SCC, Kuat tekan, Modulus Elastisitas, Polycarboxylate
aktivitas yang terlibat dalam proyek konstruksi ialah suatu proses yang sangat kompleks; oleh karena itu, selain mempertimbangkan aspek biaya dan mutu, pengelolaan waktu penerapan juga harus diterapkan dengan sangat cermat. Ketepatan dalam penerapan waktu menjadi salah satu faktor kunci yang mendefinisikan keberhasilan suatu proyek. Terjadi keterlambatan penerapan proyek pada Pembangunan Lanjutan Gedung Parkir Tahap 3 Rumah Sakit Labuang Baji yang disebabkan oleh antara lain tenaga kerja dan pasokan bahan baku dari minggu kedua sampai minggu keempat., maupun mobilisasi concrete pump logboom saat pekerjaan pengecoran diterapkan. Kata kunci : Kurva S dan Barchart, Critical path Method, Penjadwalan Alternatif
Beton merupakan salah satu jenis material konstruksi yang sering digunakan untuk proyek pembangunan gedung, jembatan, jalan, dan bangunan lainnya. Sungai Walanae di Kabupaten Wajo satu diantara sungai penghasil material berupa agregat yang dimanfaatkan masyarakat setempat, namun hingga saat ini belum ada kepastian jika agregat tersebut layak digunakan sebagai bahan campuran beton. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah karateristik beton yang menggunakan agregat Sungai Walanae Kabupaten Wajo memenuhi syarat sebagai bahan konstruksi beton. Untuk melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel beton menggunakan agregat Sungai Walanae Kabupaten Wajo guna mengetahui kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, dan modulus elastisitas. Pengujian sampel mutu rencana 25 MPa dan 30 MPa. Adapun benda uji yang digunakan sebanyak 42 sampel, kuat tekan 24 sampel, kuat tarik belah 6 sampel, kuat lentur 6 sampel, dan modulus elastisitas 6 sampel. Berdasarkan hasil penelitian pengujian beton 28 hari untuk mutu 25 MPa mencapai mutu rencana diperoleh 25,455 MPa. Hasil pengujian beton 28 hari untuk mutu 30 MPa tidak mencapai mutu rencana diperoleh 27,152 MPa. Agregat dari Sungai Walanae dapat digunakan secara efektif dalam produksi beton dengan kualitas yang sesuai untuk struktural. Kata Kunci : karakteristik beton, kuat tekan, kuat tarik belah, modulus elastisitas
Beton merupakan salah satu elemen utama dalam struktur bangunan, yang dibentuk dari berbagai bahan yang direkatkan oleh material pengikat. Cangkang telur, sebagai salah satu sampah domestik, tersusun atas 97 persen kalsium karbonat, sejumlah kecil fosfor, magnesium, kalium, natrium, mangan, besi, dan tembaga.
Agregat yang terbentuk dari proses aliran sungai berbentuk bulat dan licin. Salah satu fungsi agregat dalam konstruksi beton adalah memberikan kekuatan struktural. Mampu menyatu bersama bahan pengikat seperti semen, agregat membentuk kerangka kuat yang dapat menahan beban dan tekanan. Sungai Minna memiliki agregat yang cukup bersih membuat Sungai Minna ini dapat menjadi salah satu sumber agregat yang dapat dimanfaatkan masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui sifat mekanis beton normal. Adapun metode yang digunakan yaitu, sebagai bahan studi experimental kuat tekan, tuat tarik belah, kuat lentur, dan modulus elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agregat dari Sungai Minna cukup baik sebagai material penyusun beton, hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengujian, untu mutu 25 Mpa diperoleh nilai kuat tekan pada umur beton 28 hari sebesar 25,266 MPa dan untuk mutu 32 Mpa sebesar 27,906 MPa, nilai kuat lentur yang diperoleh pada umur beton 28 hari, untuk mutu 25 Mpa sebesar 2,278 MPa dan 32 MPa sebesar 2,441 MPa, nilai kuat tarik belah yang diperoleh pada umur beton 28 hari, untuk mutu 25 MPa sebesar 3,394 MPa lalu untuk mutu 32 Mpa sebesar 2,678 Mpa, dan modulus elastisitas elastisitas berbanding lurus dengan nilai tegangan material dapat digunakan sebagai bahan beton untuk mutu 25 Mpa. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang baik sebagai bahan campuran beton struktural . Dari pembahasan pengujian kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur dan modulus elastisitas untuk mutu 25 MPa memenuhi syarat sehingga material dapat digunakan sebagai bahan beton untuk mutu 25 Mpa. Kata kunci : Agregat, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Kuat Lentur, Modulus Elastisitas.
Self Compacting Concrete (SCC) merupakan teknologi dalam produksi beton yang mampu melakukan pemadatan sendiri. Beton SCC memiliki kemampuan aliran yang tinggi, sehingga mampu mengisi bekisting dengan efisien serta melewati dan menyesuaikan diri dengan penulangan yang kompleks. Kata kunci: SCC, Polycarboxcylate, Agregat Sungai Bambu, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas.
Laik fungsi jalan merupakan kelayakan dari fungsi jalan untuk mengetahui kondisi suatu ruas jalan apakah telah memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis sehingga dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Jalan Daeng Ramang terletak antara persimpangan jalan Perintis Kemerdekaan km 17 dan persimpangan jalan Pajjaiang. Tata guna lahan pada ruas jalan Daeng Ramang yang dipilih sepanjang 600 meter. Sepanjang ruas memiliki lajur yang tidak seragam dan fasilitas perlengkapan jalan tidak dilengkapi rambu lalu lintas, marka jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan fungsi jalan yang di tinjau dari segi teknis geometrik jalan dan teknis perlengkapan jalan. Penelitian ini menggunakan metode kategori, pembagian segmen dibagi menjadi 6 segmen dan jarak persegmen adalah 100 meter. Hasil penelitian data teknis geometrik jalan didapatkan pengukuran jalur, bukaan median, saluran samping sudah sesuai dengan spesifikasi pedoman dan komponen yang tidak memenuhi persyaratan teknis geometrik jalan yakni lebar median dan lebar bahu jalan. Data teknis perlengkapan jalan 3 segmen yang sudah terdapat rambu tetapi pada 6 segmen yang ditinjau tidak terdapat marka jalan. Maka ruas Jalan Daeng Ramang dapat dikategorikan tidak laik fungsi (T), karena jalan tersebut tidak memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis kelaikan. Tetapi masih dapat memberikan keselamatan bagi pengguna jalan sehingga laik dioperasikan untuk umum. Kata Kunci: Laik Fungsi, Jalan, Persyaratan Teknis Jalan
Kabupaten Bone, yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah. Di antara kekayaan tersebut, ditemukan Sungai Walanae yang mengalir di bagian utara provinsi ini, berjarak sekitar 120 kilometer dari pusat kota Makassar. Di Kabupaten Bone ditemukan beberapa Sungai, salah satunya Sungai Walanae yang berlokasi dikecamatan Ajangale. Pemanfaatan material batu dari Sungai Walanae selain sebagai material bahan bangunan juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar perkerasan jalan, sampai bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan studi tentang potensi agregat Sungai Walanae sebagai bahan dasar perkerasan jalan. Studi ini bermaksud untuk mengeksplorasi potensi penggunaan batu tersebut sebagai komponen dalam campuran Aspal Concrete-Water Concrete (AC WC). Kata kunci : Agregat, Karakteristik AC WC, Stabilitas Marshall
Latar belakang. Beton adalah material konstruksi yang banyak digunakan dalam pekerjaan konstruksi. Alasan utama konstruksi beton lebih banyak digunakan karena lebih mudah untuk dikerjakan, lebih tahan lama dan ekonomis. Sungai Suso adalah salah satu sungai di Luwu yang banyak digunakan untuk pengambilan bahan agregat sebagai bahan konstruksi. Kondisi material pada Sungai Suso yaitu memiliki penyebaran butiran yang tidak seragam.Penelitian ini dilaksanakan pada Laboratorium Beton Teknik Sipil Universitas Kristen Indonesia Paulus. Metode. Adapun benda uji yang digunakan sebanyak 42 sampel, yang terdiri dari, uji kuat tekan beton sebanyak 24 sampel, uji kuat tarik belah sebanyak 6 sampel, uji kuat lentur sebanyak 6 sampel dan uji modulus elastisitas sebnayak 6 sampel. Untuk agregat digunakan berasal dari kabupaten luwu provinsi Sulawesi selatan. Adapun mutu yang digunakan yaitu mutu 20 MPa. Hasil. Hasil penelitian diperoleh pengujian dengan mutu 20 MPa diperoleh nilai, kuat tekan sebesar 20,544 MPa, nilai kuat tarik belah dengan mutu 20 MPa sebesar 2,145 MPa, nilai kuat lentur dengan mutu 20 MPa sebesar 2,712 MPa, dan nilai modulus elastisitas dengan mutu 20 MPa sebesar 26151,9 MPa. Kesimpulan. Temuan ini mengidentifikasikan bahwa agregat dari Sungai Suso dapat digunakan secara efektif dalam produksi beton dengan kualitas yang sesuai untuk structural. Kata kunci : Agregat Sungai Suso, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, modulus elastisitas.