Temukan koleksi karya tulis ilmiah mahasiswa UKIP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin pengelasan terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro las SMAW dengan elektroda E6013. Bahan yang dilas baja karbon rendah dengan variasi media pendingin 5 detik 7 detik 9 detik dengan pengelasan SMAW polaritas terbalik menggunakan elektroda E6013 diameter 2,6 mm. Polaritas terbalik DC, yaitu dudukan elektroda dihubungkan ke kutub positif dan logam dasar dihubungkan ke kutub negatif. Spesimen dilakukan uji tarik dan struktur mikro. Kata kunci : Variasi Waktu Pendinginan, SMAW, Kekuatan Tarik, dan Struktur mikro.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kerusakan pada pengujian tarik geser pada sambungan rivet dengan variasi posisi rivet horizontal,vertikal dan serong 45 derajat. Kegiatan penelitian ini dilakukan pada Laboratorium Ilmu Logam Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus. Metode yang digunakan adalah dengan membuat spesimen dengan variasi posisi paku keling (rivet) vertikal, horizontal dan serong 45 derajat. Kata kunci : Rivet, Mild Steel, Pengujian Tarik Geser
FILLET (Dibimbing oleh Karel Tikupadang dan Benyamin Tangaran). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik pengelasan dan tegangan geser sambungan baja St 41 dengan metode penyambungan double transvers fillet dengan pengelasan MIG pada variasi tekanan gas CO2. Penelitian ini menggunakan material pelat baja St 41 dengan ketebalan 4 mm dan menggunakan metode pengelasan adalah MIG dengan variasi tekanan gas CO2, Tekanan gas divariasikan pada tekanan 30 bar dan 40 bar. Arus pengelasan yang digunakan adalah konstan pada 60 ampere. Kata kunci :Baja St 41, pengelasan MIG, Pengujian Tarik Geser.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik geser pada sambungan pelat mild steel yang disambung dengan rivet berbahan dasar Al-440 dengan variasi jarak rivet. Kegiatan penelitian ini dilakukan pada Laboratorium Ilmu Logam Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar. Metode yang digunakan adalah dengan membuat spesimen dengan variasi jarak paku keling (rivet) 4D,5D,5D, dan 7D. Kata kunci : rivet, mild steel, pengujian tarik geser
Pengelasan merupakan salah satu teknik penyambungan logam dengan mencairkan sebagian logam induk dan elektroda dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah untuk memperoleh sambungan yang kontinyu. Guna memperoleh hasil yang maksimal diperlukan pengetahuan yang mendalam baik pengetahuan tentang material maupun pengetahuan tentang proses. Variasi arus listrik dalam pengelasan baja karbon mempengaruhi kekuatan tarik arus 40 A, 30,9, 60 A, 36,1, 80 A, 35,1, 100, 35,4 A, dan 120, 34,9 A. Arus yang memiliki nilai tertinggi adalah arus 60 A dengan nilai 36,1 MPa, sedangkan nilai kekuatan tarik maksimum terendah adalah arus las sebesar 40 A, yaitu 30,9 Mpa. Kata kunci : Las kampuh
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu austenitisasi terhadap transformasi mikrostruktur dan kekerasan baja karbon S45C yang telah diberi perlakuan panas quenching dan tempering. Kata kunci: S45C, heat treatment, suhu austenitisasi quenching, tempering, kekerasan, struktur mikro.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana variasi suhu pada proses Post Weld Heat Treatment (PWHT) memengaruhi tingkat kekerasan dan struktur mikro hasil pengelasan TIG pada material black steel. Kata kunci: Variasi Temperatur Post Weld Heat Treatment, Uji Kekerasa dan Uji Mikro, Material Black Steel
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis defleksi balok tumpuan sederhana dengan beban terpusat menggunakan metode elemen hingga. Pengujian defleksi atau lendutan pada balok tumpuan sederhana dengan beban terpusat menggunakan metode elemen hingga menghasilkan nilai yang sebanding dengan beban yang diberikan, dimana pada beban 10 N nilai defleksi eksperimen 0,38 mm dan nilai defleksi teoritis 0,49 mm. Beban 20 N nilai defleksi eksperimen 0,79 mm dan nilai teoritis 0,99 mm. Pada beban 30 N nilai defleksi ekperimen nya 1,13 mm dan nilai defleksi teoritisnya 1,49 mm. Dan pada beban 40 N nilai defleksi eksperimen 1,53 mm dan nilai defleksi teoritisnya 1,99 mm. Nilai defleksi ini selain dipengaruhi oleh beban, dipengaruhi juga oleh geometri balok, material yang digunakan dan juga tumpuan yang digunakan. Kata kunci: Defleksi Balok, Beban Terpusat, Tumpuan Sendi-Rol, Metode Elemen Hingga (FEM)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sudut kampuh las terhadap defleksi pada baja ST 44. Kata kunci: Variasi Sudut Kampuh V, Defleksi, Baja ST 44