Temukan koleksi karya tulis ilmiah mahasiswa UKIP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan bending dan kekerasan pada material baja St. 46 akibat pengaruh variasi sudut kampuh X pada pengelasan MIG. Kata kunci : Variasi sudut kampuh, baja St. 46, MIG, pengelasan, kekuatan bending, nilai kekerasan (Rockwell).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan ketangguhan pelat besi strip St 65 akibat pengaruh variasi arus pengelasan SMAW dengan tebal pelat 3 mm menggunakan elektroda E6013 diameter 2,0. Kata Kunci : Pelat besi strip St 65, pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW), uji tarik, dan uji impak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh media pendingin quenching terhadap baja karbon, dengan menggunakan dua metode pengujian yaitu pengujian tarik dan impak. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon, elektroda E6013 ketebalan 2,0 mm dan beberapa variasi media pendingin yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu, air, udara dan oli SAE 40. Adapaun metode pengelasan yang digunakan adalah pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan menggunakan arus 50 Ampere. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa baja karbon dengan menggunakan metode pengujian tarik, memiliki nilai tertinggi sebesar 269,3 MPa pada variasi media pendingin oli SAE 40. Kata kunci : Media pendingin, pengujian tarik, pengujian impak SMAW.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan momen lentur atau lendutan kayu bayam dengan variasi pengasapan tertutup. Kegiatan penelitian ini di lakukan pada Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus. Metode yang di gunakan adalah dengan membuat spesimen dengan variasi pengasapan 10 jam, 20 jam, 30 jam, 40 jam dan 50 jam untuk mengetahui kekuatan balok kayu bayam dilakukan uji mekanik dimensi merujuk kepada standar ASTM A370 (uji tarik).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik serat tunggal, kekuatan tarik material komposit dan kekuatan impak serat batang pisang abaka akibat perlakuan pengasapan. Penelitian ini dilaksanakan di kota makassar dengan memilih tempat yang terkait dengan penelitian ini yaitu laboratorium metalurgi fisik dan workshop prodi Teknik Mesin UKI Paulus Makassar. Teknik pengumpulan data deilakukan dengan cara pengujian terhadap material-material yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa perlakuan pengasapan pada serat dapat mempengaruhi kekuatan tarik pada serat,seperti yang terjadi pada serat tunggaldengan pengasapan selama 3 jam yang mengalami kenaikan kekuatan tarik paling tinggi dan pada material komposit mengalami perubahan kekuatan tarik dan kekuatan impak yang berbanding lurus dengan kekuatan tarik serat tunggal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tekanan gas terhadap kekuatan tarik dan kekuatan bending pada pelat baja karbon St 32 dengan pengelasan MIG. Penelitian ini menggunakan pelat baja karbon St 32 bahan di las dengan menggunakan pengelasan MIG dengan elektroda 0,8 mm dengan kampuh X dengan variasi tekanan gas 40 Psi, 45 Psi dan 50 Psi. Kata kunci : MIG, Tekanan gas, Kekuatan tarik, Kekuatan bending, baja St 32
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi sudut kampuh terhadap kekuatan tarik dan impact sambungan las MIG (Metal Inert Gas) pada baja St 46. Kata kunci: MIG, sudut kampuh, pengelasan, kekuatan tarik, kekutan impact, baja St 46
Energi merupakan kebutuhan yang tidak pernah bisa dipisahkan dari kehidupan manusia di bumi ini karena merupakan kekuatan bagi manusia agar bisa bertahan hidup. Salah satu energi yang berguna dan penting bagi manusia adalah energi listrik. Dengan energi listrik manusia bisa melakukan hal yang menunjang kehidupan mereka, Menurut fakta lapangan bahwa ada beberapa PLTA dari sekian ratus PLTA di Indonesia yang hasil outputnya tidak maksimal akibat dari pengoperasian yang berlangsung terus-menerus maka akan kemungkinan terjadi penurunan unjuk kerja yang disebabkan oleh beberapa faktor-faktor. Maka dari itu, untuk memperbaikinya diperlukan perhitungan dan perencanaan yang handal agar performa dan menghasilkan output sesuai kapasitas dari pembangkit itu sendiri. Sehingga bisa dijadikan refrensi untuk perhitungan unjuk kerja ke depannya dan ketersediaan energi listrik bisa meningkat serta memenuhi kebutuhan energi listrik di Indonesia. Kata kunci: Equivalent Availabilty Factor (EAF), Equivalent Forced Outage Rate (EFOR)
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kekuatan sambungan spot welding antara baja karbon (mild steel) dan stainless steel 304 pada material yang tidak serupa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan variasi tekanan elektroda dan waktu spot welding untuk mendapatkan kondisi terbaik dari masing-masing material. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan sambungan spot welding pada baja karbon lebih tinggi daripada stainless steel 304, namun interaksi material pada daerah sambungan lebih kompleks pada material yang tidak serupa, yang mengakibatkan kegagalan terjadi pada zona HAZ pada kedua jenis material.