Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
Terjadinya masalah keterlambatan pada proyek pembangunan konstruksi seringkali timbul ketidaksesuaian antara rencana yang telah dibuat dengan kenyataan yang sebenarnya, sehingga dampak yang sering terjadi adalah masalah keterlambatan waktu pelaksanaan proyek. Proyek pembangunan Gedung Apartemen 31 Sudirman Suites yang berlokasi dikota Makassar, Sulawesi Selatan, ini dikerjakan mulai tanggal 24 Maret 2020 dan rencana penyelesaian kontrak Juli 2021 dengan schedule awal selama 16 bulan. Pada proses pelaksanaan pekerjaan struktur telah terjadi keterlambatan proyek (project time schedule delay) kurang lebih 10 bulan lamanya terhitung dari bulan juli 2020 hingga april 2021, dimana kondisi akhir pada tahap peninjauan dari data kurva-S diketahui kemajuan yang direncanakan (planned progress) sebesar 82,695 % sedangkan kemajuan sebenarnya (actual progress) sebesar 47,449 % sehingga terjadi keterlambatan proyek sebesar 35,246%, yaitu selesih antara time schedule aktual/realisasi, dan rencana awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Apartemen 31 Sudirman Suites Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara menyebarkan kuesioner ke instansi yang berkaitan sebanyak 20 responden. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji validasi dan reabilitas, Relative Rank Index (RRI). Dari hasil penelitian bahwa faktor dominan yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Apartemen 31 Sudirman Suites adalah Kejadian tak terduga (force majeure), seperti pandemi virus corona (COVID 19) dengan nilai RRI sebesar 0,892. Kata Kunci: Keterlambatan, Relative Rank Index, Analisis Time Schedule
Penggunaan bahan lokal untuk material penyusun jalan perlu belum dioptimalkan, terutama di sekitar wilayah Karawa, sehingga saat ini material penyusun jalan masih menggunakan material dari daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik batu Sungai Karawa, karakteristik aspal, berat jenis filler dan untuk mendapatkan komposisi campuran, serta karakteristik campuran melalui uji marshall konvensional dan uji marshall immersion digunakan untuk mengetahui stabilitas sisa marshall menggunakan kadar aspal optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karateristik material perkerasan berupa batu sungai dari Sungai Karawa di Kabupaten Pinrang sebagai agregat campuran lapis antara memenuhi persyaratan untuk material lapisan perkerasan jalan. Karakteristik campuran lapisan antara dengan kadar aspal 5,0%, 5,5 %, 6,0 %, 6,5 %, dan 7,0 % ditentukan dengan menggunakan uji marshall. Stabilitas marshall yang tersisa sebesar 97,47 % memenuhi standar Bina Marga tahun 2018, yaitu minimal 90 %, melalui hasil uji marshall immersion untuk lapisan antara campuran aspal dengan kadar aspal optimum 6,0 %. Kata kunci: Karakteristik agregat, Sungai Karawa, Marshall konvensional, Marshall immersion
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bahan, komposisi campuran AC-WC, pemanfaatan campuran AC-WC, dan mengetahui nilai IKS dari batu Sungai Leoran Desa Pinang. Pengujian karakteristik agregat, aspal, dan filler kemudian merancang LASTON AC-WC dilanjutkan dengan pengujian Marshall konvensional dan pengujian Marshall Immersion adalah metode yang digunakan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa material dari Sungai Leoran memenuhi standar spesifikasi dalam pekerjaan perkerasan jalan. Komposisi yang digunakan untuk campuran AC WC adalah 36,75%, agregat halus 50%, filler 5,75%, dengan KAO sebesar 7,50%. Indeks Kekuatan Sisa sebesar 96,57% dengan KAO sebesar 7,50% dari hasil penelitian memenuhi standar spesifikasi, yaitu memperoleh nilai Indeks Kekuatan Sisa sebesar 96,57% dengan KAO sebesar 7,50%. Kata kunci: Pengujian agregat, Campuran Lapisan Beton Aspal, Pengujian Marshall
Terdapat masalah yang sering dialami pada bendung seperti masalah gangguan angkutan sedimen, gangguan penyadapan aliran, masalah tergerus hingga hancurnya bangunan. Pintu pengambilan pada Bendung Paku hanya mampu melayani 100 ha, jadi diperlukan perencanaan ulang pintu pengambilan untuk memenuhi kebutuhan areal irigasi seluas 466 ha. Untuk mengurangi sedimen yang masuk ke saluran irigasi direncanakan kantong lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dimensi pada pintu pengambilan (intake) dan kantong lumpur. Spesifikasi yang digunakan pada penelitian ini ialah Standar Perencanaan Irigasi KP-01 dan KP-02. Dalam penelitian ini didapatkan hasil lebar bukaan pintu pengambilan (intake) sebesar 1,000 m dan tinggi 1,670 m. Untuk kantong lumpur dengan waktu pembilasan selama 7 hari mampu menampung sedimen sebanyak 254 m3 dengan dimensi lebar dasar 4,000 m, panjang 86 m, kedalaman aliran 0,700. Tampungan sedimen kedalaman 0,660 m dan kedalaman hilir 0,820 m. Kata Kunci: Kantong Lumpur, Pintu Pengambilan, Sedimen
Dalam merencanakan suatu struktur cantilever rangka batang, dengan bentang panjang yang telah ditentukan, tentu akan dicari suatu model struktur rangka dengan profil yang mampu menahan beban yang diberikan. Hal ini dapat dilakukan dengan merencanakan model struktur rangka batang dengan model pratt truss. Tujuan utama tugas akhir ini adalah menghasilkan suatu desain struktur cantilever rangka batang dengan model pratt truss bentang panjang yang akan menjadi bagian dari suatu bangunan yang unik.Struktur cantilever rangka batang pratt truss bentang panjang tersebut dianalisa menggunakan program MDSolids v.4.1.0 untuk menghitung gaya-gaya dalam yang bekerja pada tiap komponen struktur rangka yang didesain, sedangkan program STAAD Pro Connect v.22 digunakan untuk menganalisa deformasi profil struktur cantilever hasil desain. Perencanaan struktur cantilever rangka batang ini dihitung dengan mengacu pada SNI 1727:2020 tentang beban desain minimum dan kriteria terkait untuk bangunan gedung maupun struktur lain, dan SNI 1729:2020 tentang spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural. Hasil perencanaan yang diperoleh adalah dimensi profil batang balok yang dibutuhkan. Struktur rangka batang pratt truss cocok digunakan sebagai struktur bentang panjang cantilever. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan dengan menggunakan program komputer dimana model pratt truss memiliki deformasi/lendutan struktur yang terjadi tidak melebihi batas yang signifikan, dan hasil desain profil – profil yang digunakan aman dalam menerima beban, walaupun hasil analisis perhitungan terdapat elemen batang yang paling kritis dalam menahan beban gaya aksial tekan yaitu batang t1 dan b2. Sedangkan batang yang paling kritis dalam menahan beban gaya aksial tarik adalah batang d1 dan a1. Kata kunci : pratt truss, program, rangka baja, struktur cantilever
Jalan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat kabupaten mamasa, maka dilakukan penelitian pada batu sungai tetean apakah layak digunakan sebagai perkerasan jalan untuk campuran Asphalt Concrete- Wearing-Course. Pengujian yang dilakukan penelitian ini adalah pengujian karakteristik agregat kasar, halus, filler, dan aspal kemudian merancang komposisi campuran AC-WC serta pengujian perendaman Marshall untuk karakteristik campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik campuran AC-WC yang menggunakan Batu Sungai Tetean dan styrofoam sebagai bahan tambah melalui pengujian test Marshall diperoleh nilai karakteristik campuran yaitu stabilitas, flow, VIM, VMA, dan VFB semuanya memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Pengaruh penambahan styrofoam pada campuran AC-WC mampu mengisi rongga pada campuran yang membuat rongga menjadi lebih kecil, membuat ikatan antara agregat menjadi lebih kuat sehingga dengan adanya penambahan styrofoam campuran menjadi lebih kedap air/ tahan terhadap air ,cuaca dan beban lalu lintas. Kata Kunci : AC-WC, Styrofoam, Karakteristik, Marshall Test
Tanah lempung adalah suatu jenis tanah kohesif yang memiliki sifat kuat geser yang rendah namun kompresibilitasnya besar. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui sifat-sifat fisik tanah yang berasal dari Desa Rantebua, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja utara serta untuk mengetahui pengaruh penambahan gypsum pada tanah yang berasal dari Desa Rantebua, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja utara dengan pengujian geser langsung. Metode penelitian mencakup pengujian sifat-sifat fisik tanah dan pengujian mekanis pada alat geser langsung. Dari hasil Pengujian geser langsung yang telah didapatkan menunjukan bahwa masing-masing sampel tanah yang dicampurkan dengan gypsum pada komposisi 12%, 20%, dan 28% mengalami peningkatan nilai (c) dan nilai (ϕ). Menurut USCS tergolong kedalam jenis tanah berbutir halus dengan plastisitas rendah sampai sedang, sedangkan pada hasil pengujian geser langsung dengan adanya campuran gypsum kedalam empat sampel tanah mampu memberikan pengaruh peningkatan pada nilai (c) dan nilai (ϕ) sehingga daya dukung pada tanah menjadi lebih baik dari kondisi tanah sebelum dicampurkan dengan gypsum. Kata kunci: Direct Shear, Bubuk Gypsum, Kohesi, Sudut Geser
Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian aktivitas yg saling berkaitan guna mencapai tujuan eksklusif pada batas waktu dan mutu eksklusif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang terjadi pada kerja lembur dan berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan pada pengecoran balok dan plat pada lantai dua proyek Trans Studio Makassar New Development. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisa Korelasi Sederhana. Berdasarkan hasil penelitian terdapat adanya faktor-faktor utama yang terjadi pada kerja lembur dan berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan yang dapat disimpulkan yaitu : Faktor adanya pengawasan yang ketat pada saat bekerja, Faktor kurangnya keahlian tenaga kerja, Faktor ketidakefisienan pekerja akibat terlalu banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan, Faktor kurangnya waktu istirahat pekerja, Faktor penerang/ pencahayaan pada saat melakukan kerja lembur pada malam hari dan Faktor adanya jaminan kerja mampu meningkatkan semangat kerja pekerja. Kata Kunci: Kerja lembur, pekerjaan pengecoran, proyek Trans Studio Makassar New Development.
Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral, semen dan air. Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan peletakan. Dalam meningkatkan kekuatan atau mutu beton, agregat kasar yang digunakan berasal dari tambang Sangkaropi’ karena selain masih jarang yang menggunakan agregat disana, batu tambang Sangkaropi pun mengandung mineral seperti kalsium oksida, silika dioksida, aluminium oksida. Dengan menambahkan bahan-bahan, baik itu pada agregat kasar maupun agregat halus, sebagai pengganti bahan pengikat dan ada pula sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan daya rekat dari bahan pengikat dalam beton salah satunya menggunakan material sandblasting dalam campuran beton. Hal tersebut dikarenakan sandblasting merupakan bahan alam yang bahan bakunya mengandung almandite dan silica sebanyak kurang dari 0,1 persen, yang artinya sandblasting tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Variasi yang digunakan 0%, 5%, dan 10%. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kuat tekan, uji kuat tarik belah, dan uji kuat lentur dengan mutu beton rencana 25 MPa. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai kuat tekan berturut-turut sebesar 26,502 Mpa, 28,389 Mpa dan 31,878 Mpa pada uji kuat tarik belah diperoleh nilai berturut-turut 1,721 Mpa, 2,146 Mpa, 2,617 Mpa dan pada uji kuat lentur diperoleh nilai sebesar 1,837 Mpa, 2,341 Mpa, dan 2,696 Mpa.