Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP
Flux Cored Arc Welding (FCAW) adalah salah satu las listrik yang banyak digunakan di dunia industri karena proses pengelasannya yang cukup cepat. FCAW jenis las listrik yang memasok filler kawat las secara mekanis terus ke dalam busur listrik yang terbentuk diantara ujung filler kawat las dan logam induk. Pengujian tarik untuk mengetahui sifat-sifat mekanis dari material baja paduan rendah sebagai material uji dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kuat arus terhadap kekuatan tarik baja karbon hasil pengelasan FCAW dan seberapa kuat kekuatan tarik baja karbon hasil pengelasan FCAW. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan januari-februari 2024 di Laboratorium Fakultas Teknik Program Studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Laboratorium Metalurgi Fisik Fakultas Teknik Program Studi Teknik Mesin Universitas Kristen Indonesia Paulus.. Proses pengambilan data dilakukan secara eksperimental dengan mengoperasikan alat secara langsung dan mencatat data yang diperoleh. Data kemudian diolah dan diperoleh hasil. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh kekuatan tarik tertinggi pada plat baja St 34 dengan ketebalan 4 mm terdapat pada pengelasan 100 Ampere dengan nilai rata-ratanya 358,85 kgf/mm2 sedangkan nilai kekuatan tarik maksimum terendah adalah pengelasan arus 80 ampere yaitu 35,42 kgf/mm2 . Kata kunci: Kuat Arus, Kekuatan Tarik, Pengelasan FCAW
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus hasil pengelasan SMAW pada medium steel terhadap kekuatan tarik dan impak. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon sedang (medium steel), bahan dilas dengan menggunakan pengelasan SMAW Jenis elektroda yang digunakan NSN-308 kampuh v dengan sudut 45o. Metode pengujian yang saya gunakan yaitu metode pengujian tarik dengan standar ASTM A370 dan pada pengujian impak saya menggunakan metode pengujian charpy. Pada hasil pengujian tarik, nilai tertinggi yang didapatkan pada tegangan tarik maksimum dari hasil pengelasan SMAW adalah arus 80 Ampere yaitu dengan nilai 471 MPa, dan tegangan tarik maksimum terendah terdapat pada arus 60 Ampere dengan nilai 466 MPa, kemudian untuk nilai tertinggi pada tegangan tarik patah terdapat pada arus 80 Ampere dengan nilai 378,5 MPa, dan tegangan tarik patah terendah terdapat pada arus 60 Ampere yaitu dengan nilai 375,9 MPa. Pada hasil pengujian impak, didapatkan hasil pengujian dengan nilai harga impak tertinggi pada arus 80 Ampere yaitu dengan nilai 0,25 jole/mm2, dan nilai harga impak terendah terdapat pada arus 60 Ampere yaitu dengan nilai 0,15 jole/mm2 Maka dapat disimpulkan bahwa semakin besar arus pengelasan yang digunakan maka semakin kuat dan bagus pula hasil pengelasan yang akan di hasilkan pada spesimen yang di las. Kata kunci : Medium steel, pengelasan, kekuatan tarik, kekuatan impak, SMAW.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur preheating terhadap sifat mekanis hasil pengelasan titik (spot welding) pada material mild steel dan stainless steel. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana variasi temperatur preheating mempengaruhi kekuatan tarik dan kekerasan hasil las, yang sangat penting dalam aplikasi industri. Dalam penelitian ini, digunakan variasi temperatur preheating sebesar 100 °C, 120 °C, dan tanpa preheating. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada bulan Mei 2024 – Juli 2024 di Laboratium Metalurgi Fisik Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus, Workshop welding Politeknik Akademi Teknik Industri Makassar (ATIM), dan Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preheating pada temperatur 100 °C secara signifikan meningkatkan kekuatan tarik dan kekerasan hasil las dibandingkan dengan preheating pada 120 °C atau tanpa preheating. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa preheating pada temperatur yang lebih rendah 100 °C memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan sifat mekanis hasil las, sementara preheating pada temperatur yang lebih tinggi 120 °C cenderung menurunkan kualitas sambungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk penggunaan temperatur preheating yang optimal dan membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai variasi temperatur lainnya serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas pengelasan. Kata Kunci: Preheating, Pengelasan Titik, Sifat Mekanis, Kekuatan Tarik, Kekerasan
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kekuatan tarik pada baja material baja St 31 yang di las menggunakan las MIG, mengetahui nilai kekerasan pada material baja St 31 yang di las dengan menggunakan las MIG serta mengamati perubahan struktur mikro pada material baja St 31 yang di las dengan menngunakan las MIG. Kegiatan penelitian ini dilakukan pada Laboratorium Teknologi Mekanika Universitas Kristen Indonesia Paulus. Metode yang di gunakan membuat specimen uji Tarik, uji kekerasan dan pengamatan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan Tarik sambungan las pada baja St 31 yang di las menggunakan las MIG yaitu pada kekuatan Tarik kondisi maksimum (σmaks) dengan diameter kawat las 0,6 mm sebesar 28,35 kgf/mm2 dan diameter kawat las 0,8 mm sebesar 33,03 kgf/mm2 serta diameter kawat las 1,0 mm sebesar 29,29 kgf/mm2.Nilai kekerasan material baja St 31 yang di las dengan menggunakan las MIG yaitu dimana pada spesimen dengan diameter kawat las 0,8 mm memiliki nilai yang lebih tinggi dari pada spesimen dengan diameter kawat las 0,6 mm dan 1,0 mm. Struktur mikro pada material baja St 31 yang di las menggunakan las MIG, di mana pada spesimen dengan menggunakan diameter kawat las 0,8 mm mengalami struktur mikro yang lebih kuat di bandingkan dengan struktur mikro pada spesimen menggunakan diameter kawat las 0,6 mm dan 1,0 mm yang lebih rapuh. Kata kunci : Pengelasan, las MIG, baja ST 31
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prestasi mesin bensin dengan sistem pengapian CDI yang mengunakan bahan bakar Premium RON 88 dan pertamax RON 92, untuk mengetahui prestasi mesin bensin maka dilakukan perhitungan daya efektif, pemakaian bahan bakar, pemekaian bahan bakar spesifik, laju aliran massa sebenarnya, laju aliran massa teoritis, perbandingan udara bahan bakar, efisiensi volumetris, efisiensi thermal, dan juga penelitian dilakukn tiga variasi putaran mesin. Dari hasil pengujian, dapat dilihat nilai torsi, daya dan konsumsi bahan bakar untuk efisiensi yang paling baik digunakan yaitu bahan bakar pertamax RON 92. Daya efektif maksimum (BHP) yang dihasilkan oleh mesin bensin dengan sistem pengapian CDI yang menggunakan bahan bakar premium RON 88 untuk putaran 2500 rpm, nilainya sebesar 2,564 kW, kemudian torsi yang dihasilkan nilainya sebesar 9,8 Nm, dan konsumsi bahan bakar nilainya sebesar 0,836 kg/h, jika dibandingkan dengan mesin bensin yang menggunakan bahan bakar pertamax RON 92 terjadi peningkatan nilai BHP sebesar 2,616 dan juga terjadi peningkatan nilai torsi sebesar 10 Nm kemudian terjadi penurunan konsumsi bahan bakar sebesar 0,0047 kg/h. Dengan demikian daya dan torsi yang dihasilkan oleh mesin bensin dengan bahan bakar pertamax RON 92 lebih besar dibanding yang menggunakan bahan bakar premium RON 88 kemudian terjadi penurunan konsumsi bahan bakar pada mesin bensin dengan bahan bakar pertamax RON 92 dinamding dengan mesin bensin dengan bahan bakar premium RON 88, sehingga bahan bakar pertamax RON 92 lebih baik digunakan dibanding jenis bahan bakar lainnya. Kata kunci : Premium, Pertamax, Daya, Torsi, Konsumsi Bahan Bakar
PT Semen Bosowa Maros adalah perusahaan yang bergerak dalam industri semen, di mana alat berat seperti dump truck dan excavator memiliki peran penting dalam operasional penambangan. Dump truck Komatsu HD 465 digunakan untuk mengangkut material berat seperti batu gamping yang dibutuhkan dalam proses produksi semen. Dalam operasionalnya, dump truck ini memerlukan pemeliharaan yang baik untuk memastikan kinerja yang optimal dan mencegah kerusakan yang dapat menyebabkan downtime atau penurunan produktivitas.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pemeliharaan mesin dump truck Komatsu HD 465 di PT Semen Bosowa Maros serta mengidentifikasi masalah-masalah yang sering terjadi selama proses pemeliharaan. Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan teknisi pemeliharaan, dan analisis laporan pemeliharaan rutin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan yang diterapkan saat ini telah mencakup aspek-aspek penting seperti inspeksi rutin, penggantian komponen, pelumasan, dan pembersihan. Namun, masih terdapat beberapa masalah, seperti kerusakan yang sering terjadi pada sistem transmisi dan undercarriage, yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Dengan penerapan strategi pemeliharaan yang lebih preventif dan korektif, efisiensi operasional dapat ditingkatkan dan biaya pemeliharaan dapat diminimalkan.Penelitian ini memberikan referensi bagi PT Semen Bosowa Maros untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui pemeliharaan yang lebih terstruktur dan terencana, serta menyarankan penggunaan teknologi prediktif dalam pemantauan kondisi mesin untuk mencegah kerusakan yang tidak terduga. Kata kunci: Pemeliharaan, Dump Truck Komatsu HD 465, Efisiensi
Pengelasan merupakan teknik penyambungan logam yang banyak digunakan dalam industri, terutama karena sifatnya yang kuat dan ekonomis. Namun, proses pengelasan dapat menyebabkan perubahan struktur mikro yang mempengaruhi sifat fisik dan mekanik logam, seperti kekuatan tarik dan ketangguhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan kekuatan tumbukan baja ST 57 yang mengalami pengelasan SMAW akibat pengaruh variasi temperatur pemanasan awal pada temperatur 250 °C, 300 °C, dan 350 °C. Material yang digunakan adalah baja ST 57 dengan ketebalan 4 mm, menggunakan elektroda NIKKO Steel E6013 dengan diameter 2,0 mm dan arus pengelasan konstan sebesar 100 A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi temperatur pemanasan awal terhadap kekuatan tarik pada baja ST 57 yang mengalami pengelasan SMAW yaitu pada nilai kekuatan tarik maksimum dengan nilai tertinggi terjadi pada spesimen spesimen normal dengan nilai 57,36 kgf/ mm2 dan nilai kekuatan tarik maksimum terendah terjadi pada spesimen dengan perlakuan panas 300 oC dengan nilai 36,15 kgf/mm2. Pada nilai elastisitas tertinggi terjadi pada spesimen 250 oC dengan nilai 537,59 kgf/mm2 dan nilai elastisitas terendah terjadi pada spesimen normal dengan nilai 225,96 kgf. Pada variasi temperatur pemanasan awal terhadap kekuatan tumbukan (impact) pada baja ST 57 yang mengalami pengelasan SMAW yaitu dengan nilai harga impact tertinggi terjadi pada spesimen normal dengan nilai 0,68 Joule/mm2 dan nilai harga impact terendah terjadi pada spesimen ke empat dengan nilai 0,49 Joule/mm2.. Kata kunci: Pengelasan SMAW, Baja ST 57, Kekuatan Tarik, Kekuatan Tumbukan
PT Win Wahana Cipta Marga adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi infrastruktur, dimana alat berat seperti dump truck berperan penting dalam operasionalnya. Penelitian ini mengkaji penerapan Reliability Centered Maintenance (RCM) dalam menganalisis mode kegagalan pada sistem Differential. Dengan menggunakan RCM information worksheet untuk analisis Failure mode dan efek analisis, ditemukan 5 mode kegagalan pada sub sistem final gear dan 8 mode kegagalan pada komponen pendukung differential. Berdasarkan RCM decision worksheet, strategi pemeliharaan yang ditentukan meliputi tugas pemeliharaan terjadwal untuk mencegah kegagalan pada sub sistem final gear, dimana 3 dari 5 mode kegagalan dapat dicegah dengan scheduled discard task dan 2 mode kegagalan dengan scheduled on condition task. Pada komponen pendukung differential, 8 mode kegagalan dapat dicegah dengan kombinasi tugas terjadwal dan run to failure maintenance, dengan lima mode kegagalan dicegah melalui scheduled discard task. Penelitian ini memberikan panduan komprehensif dalam menentukan tugas pemeliharaan yang tepat guna meningkatkan keandalan dan keselamatan operasional sistem differential. Kata Kunci: Perawatan , Dump Truck, Gardan, Relibiality Centered Mintenance
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi operasional pada alat berat Heavy Duty Komatsu HD 465 dan menganalisis faktor-faktor kondisi operasional yang memiliki pengaruh signifikan terhadap efisiensi konsumsi bahan bakar pada alat berat Heavy Duty Komatsu HD 465. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024 – Juli 2024 di PT. Semen Bosowa Maros. Industri semen merupakan industri strategis yang dibutuhkan untuk pembangunan fisik berupa sarana dan prasana infrastruktur yang kebutuhannya semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat dan pembangunan nasional. Memiliki manfaat efisiensi bahan bakar yaitu: penghematan biaya, lebih ramah lingkungan, dan kinerja peralatan yang baik. Heavy Duty Truck adalah satu jenis alat berat yang dapat melakukan pengangkutan berat material seperti batu bara dan lapisan penutup hasil pertambangan. Alat ini memiliki daya mesin sebanyak 879 kW ( 1,178 HP) dan memiliki kapasitas muatan sebanyak 55 Ton serta mampu mengangkut material secara efisien, dan hemat biaya. Jumlah silinder pada mesin ada 6 buah dan menggunakan bahan bakar Bio Solar Heavy Duty Truck merupakan produk komatsu yang mempunyai jenis dan fungsipada HD 465, Komatsu HD465-7 memiliki kapasitas mesin sekitar 23.150 cc (23,15 liter). Kondisi lingkungan kerja adalah faktor penting yang mempengaruhi kinerja, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja di industri contohnya: kondisi jalan berbatuan,dan kerikil, suhu dan iklim, faktor lingkungan. Kata Kunci: Definisi Semen, Efisiensi Bahan Bakar, Dump Truck, Kondisi Jalan Tambang