Repositori E-Journal

Temukan koleksi jurnal penelitian ilmiah mahasiswa UKIP

Putri Aisya Irwan, Li...
Jurnal

Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Kijing Sebagai Bahan Campuran Beton

Penggunaan bahan alami dan limbah sebagai alternatif bahan bangunan semakin populer dalam bidang teknik sipil karena dapat mengurangi dampak lingkungan, menghemat biaya, dan meningkatkan kreativitas dalam desain bangunan. Adapun dengan pemanfaatan limbah cangkang kijing sebagai bahan tambahan dalam campuran beton dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan inovatif. Penelitian ini mengkaji penggunaan limbah cangkang kerang kijing sebagai bahan tambah terhadap semen pada beton normal untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat beton segar dan sifat mekanis. Nilai slump di variasi 0%,3%, 6%, 9% beruturut-turut sebesar 55 mm, 56 mm, 58 mm, 60 mm dan berat isi sebesar 372,2576 kg/m3 , 2390,961 kg/m3 ,2380,5405 kg/m3 dan 2398,4692 kg/m3 , Untuk beton keras berupa kuat tekan masing masing variasi mengalami penurunan 20,81 %,40,06 % dan 56,521% terhadap 0 %, kuat tarik belah masing-masing penurunan sebesar 13,18,%, 26,29 % dan 43,244 % terhadap 0 %, kuat lentur 16,072 %,26,78% dan 35,71 % terhadap 0 % , modulus elastisitas berturu-turut sebesar 2,838 %, 10,561%,23,140 % terhadap 0 %. Semakin bertambahnya presentase limbah cangkang kijing dapat memberikan nilai kuat beton keras yang semakin kecil pula. Kata kunci; kerang kijing , beton segar, beton normal

Irviyanti, Irwan Lie K...
Jurnal

Pengaruh Penambahan Semen dan Variasi Serat Kelapa Pada Tanah Terhadap Uji Kuat Geser Langsung

Stabilisasi tanah yakni upaya untuk memperkuat daya dukung tanah dan kuat geser. Tujuan penelitian ini untuk menemukan sifat fisik tanah tanah dan hasil stabilisasi dengan campuran semen konstan 5% dan campuran serat kelapa 5%, 10% dan 15% (panjang ±-10 mm) dengan pengujian kuat geser langsung. Data uji sifat fisik tanah yang telah dilaksanakan di laboratorium, klasifikasi AASTHO menunjukkan tanah termasuk kelompok A-2-7, dan hasil klasifikasi USCS tanah tergolong pada kelompok tanah pasir berlanau (SM). Hasil dari pengujian kuat geser langsung di laboratorium mekanika tanah menunjukkan bahwa hasil penambahan semen dan serat kelapa mengalami kenaikan nilai kohesi (c), sudut geser (Ø), dan kuat geser (τ). Peningkatan tertinggi dihasilkan pada variasi semen konstan 5% dan serat kelapa 15%, dengan kohesi peningkatan 0,166 kg/cm² (titik 1) dan 0,168 kg/cm² (titik 2), sudut geser 32,15° (titik 1) dan 32,50° (titik 2), dan kuat geser 0,367 kg/cm² (titik 1) 0,371 kg/cm² (titik 2). Dapat disimpulkan pada penambahan semen dan serat kelapa dapat membantu stabilisasi tanah di titik longsor tersebut. Kata kunci: Stabilisasi, Geser Langsung, Klasifikasi Tanah

Alri Paembonan, Erni R...
Jurnal

Penggunaan Agregat Sungai Batu Mallopie Kabupaten Barru Sebagai Bahan Campur Beton

Beton merupakan komponen yang diterapkan pada kontruksi selain kayu dan baja karena keunggulannya, tahan terhadap api, korosi, tahan lama dan mudah dibentuk salah satu unsur pembentukan beton berupa agregat yang mudah di dapatkan, salah satunya agregat yang berasal dari Sungai Batu Malopie Kabupaten Barru, agregat kasar merupakan unsur maretial utama pada beton yang mampengaruhi kualitas dari beton tersebut sehingga penelitian ini menvariasikan ukuran dari agregat kasar yang digunakan yakni 1” dan 3/4". Tujuan dari penilitian ini untuk mengetahui nilai karateristek beton segar yaitu nilai slump dan berat isi serta hasil kuat tekan, tarik belah, kuat lentur, beserta modulus elastisitas. Cara yang dipergunakan terhadap pengujian ini bersifat eksperimental yang dilakukan pada laboratorium yang mengacu pada SNI 7656-2012. Adapun hasil pengujian beton segar didapatkan bahwa nilai slump test untuk kedua variasi masih memenuhi slump rencana yakni antara 2,5-10 mm, dan hasil pengujian berat isi beton memenuhi syarat berat beton 2300-2400 kg/m3 , hasil yang di peroleh pada pengujian beton keras untuk nilai uji kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur serta modulus elastisitas, melalui mutu rencana 25 Mpa dengan variasi 1” dan 3/4" pada pengujian 28 hari memenuhi mutu rencana. Untuk variasi aggregat kasar 3/4" hasil mutu diperoleh lebih besar dibanding dengan variasi 1”. Kata kunci: Beton, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas

Monika Tiku Padang, Jo...
Jurnal

Optimisasi Manajemen Material Konstruksi dengan Pendekatan Just In Time

Metode Just In Time ( JIT) merupakan suatu metode untuk menghemat biaya persediaan dan penyimpanan material di gudang penyimpanan dengan memasok material yang dibutuhkan dari supplier tepat pada waktunya. Oleh karena itu, Penerapan manajemen material konstruksi menggunakan metode JIT dalam suatu proyek sangat penting untuk membantu mengurangi biaya penyimpanan dan pengadaan material. Dengan mengurangi jumlah material yang disimpan di lokasi proyek, perusahaan dapat menghemat biaya penyimpanan dan mengurangi kemungkinan kerusakan atau kehilangan material. Studi terhadap metode JIT ini dilakukan pada pembangunan gedung kantor wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Selatan, untuk mengetahui bagaimana penerapan JIT dapat mengoptimalkan manajemen material konstruksi. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah teknik perbandingan yaitu dengan membandingkan praktik pengelolaan persediaan material di lokasi proyek dengan menggunakan prinsip JIT menggunakan data primer yaitu observasi dan wawancara sedangkan data sekunder adalah data logistik. Hasil menunjukkan bahwa metode pengelolaan persediaan JIT tidak diterapkan dalam persediaan material pada proyek pembangunan gedung kantor wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Selatan. Dalam penelitian ini pemesanan material yang menerapkan pendekatan JIT diketahui dapat mengoptimalkan manajemen material pada pelaksanaan proyek konstruksi, sehingga tidak terjadi keterlambatan yang dapat menghambat pekerjaan. Kata kunci: Just In Time, Manajemen material, Proyek konstruksi bangunan gedung

Misel Boro Allo, Bayu...
Jurnal

Evaluasi Perilaku Mekanik Mortar Berkelanjutan Menggunakan Butiran Plastik PET (Polyethylene Terephthalate) Sebagai Substitusi Agregat Halus

Transformasi penggunaan material tidak terbarukan menjadi terbarukan menjadi material inovatif yang berkelanjutan. Limbah plastik tahunan meningkat dan memperparah kerusakan lingkungan. Peningkatan limbah plastic yang sulit terurai, dan menimbulkan gas beracun saat di bakar dapat merusak alam. Memanfaatkan sampah ini dalam produksi beton dapat membantu melestarikan sumber daya bangunan. Penelitian ini untuk menguji perilaku mekanik mortar dengan pengantian agregat menggunakan limbah plastic PET (butiran) dengan variasi 0%, 3% dan 5% dari berat pasir. Pengujian dilakukan pada umur 7 dan 28 hari. Penelitian ini mengevaluasi flow mortar, density, dan kuat tekan. Penggantian agregat halus menggunakan agregat plastik PET sampai 5% dalam campuran mortar menunjukkan dampak positif pada nilai kuat tekan mortar dan material dapat menyerap energi yang baik. Penelitian ini menunjukkan peningkatan kekuatan tekan mortar hingga 1.16 kali dibandingkan campuran kontrol saat menggunakan 5% agregat limbah PET sebagai agregat limbah plastik PET dalam campuran mortar sehingga mendukung pengembangan bahan konstruksi yang berkelanjutan. Kata kunci: Flow mortar, densitas, kuat tekan, PET (Polyethylene Terephthalate)

Yosua Surya Parura
Jurnal

Karakteristik Campuran AC-WC Menggunakan Batu Sungai Sarambu Bittuang Kabupaten Tana Toraja

<div>Campuran aspal berperan penting dalam perkerasan jalan. Kabupaten Tana Toraja memiliki sumber daya Batu Sungai Sarambu Bittuang yang berpotensi digunakan dalam campuran AC-WC. Penelitian ini dimaksudkan mengetahui komposisi untuk campuran AC-WC melalui pengujian Marshall Konvensional danmendapatkan hasil dari Stabilitas Marshall Sisa pada campuran AC-WC dari Batu Sungai Sarambu Bittuang dilakukan pengujian meliputi Marshall Imersion. Metode penelitian meliputi pengujian karakteristik agregat (uji keausan Los Angeles, gradasi, dan pengujian Marshall (stabilitas, flow, VIM, VMA, dan VFB) sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Temuan dari penelitian adalahKadar Aspal Optimum (KAO) yaitu 7.00%, dengan komposisi campuran adalah agregat kasar 32.59%, agregat halus 57,23%, danfiller3,18%dan nilai Stabilitas Marshall sisa 95.89%, sehingga campuran ini menunjukkan daya tahan yang baik terhadap perendaman. <br><br>Kata kunci: AC-WC, Batu sungai, marshall immersion, stabilitas marshall sisa</div>

Hisky Valen Kala'
Jurnal

Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Ruas Jalan Kota Makassar (Studi Kasus : Ruas Jalan Bandang)

Kemacetan lalu lintas di kota-kota besar sering menjadi masalah utama di jalan-jalan perkotaan, termasuk di Kota Makassar. Jalan Bandang, yang merupakan jalan akses utama, juga mengalami hal yang sama dengan daerah sekitarnya yang padat dengan aktivitas masyarakat seperti toko-toko, sekolah, kantor, restoran, dan tempat ibadah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kineja ruas perkotaan dengan tata guna lahan rumah pertokoan (ruko). Data dari survei lapangan langsung mengumpulkan informasi tentang volume lalu lintas, gesekan lateral, kecepatan kendaraan dan geometri jalan. Data kependudukan juga digunakan sebagai data sekunder. Data tersebut diolah dengan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 2014. Berdasarkan perhitungan dan analisis data dari tiga hari pengamatan, lalu lintas maksimum pada jalur utara pada hari Senin ditentukan sebesar 1766,0 kendaraan/jam. Hambatan lalu lintas tertinggi berada di utara pada hari Rabu dengan kepadatan kendaraan 0,445. Kata kunci: Derajat kejenuhan, hambatan samping, kinerja ruas

Vini, Karel Tikupadang...
Jurnal

Analisa Pengaruh Root Gap Pada Proses Pengelasan MIG Terhadap Kekuatan Bending Dan Impact Pada Pipa Black Steel

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh root gap pada proses pengelasan MIG terhadap kekuatan bending dan impact pada pipa black steel. Penelitian ini dilakukan pada Laboratorium Ilmu Logam Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar. Metode yang digunakan adalah dengan membuat spesimen dengan Gap 1mm, 1,2mm, dan 1,4mm. Untuk mengetahui kekuatan material dilakukan uji mekanik dengan dimensi merujuk kepada standar ASTM E23-02 untuk uji bending dan ASTM A730 untuk uji impact. Root gap berpengaruh pada kekuatan bending, diketahui bahwa semakin besar gap pengelasan maka kekuatan bending akan semakin meningkat. Pada gap pengelasan 1 mm diketahui kekuatan bending sebesar 373,34 MPa, pada pengelasan dengan gap 1,2 mm sebesar 823,75 MPa dan pada gap pengelasan 1,4 mm kekuatan bendingnya sebesar 1073,96 MPa. Meskipun terjadi peningkatan tetapi kondisi maksimum terjadi pada spesimen tanpa proses pengelasan dengan nilai rata-rata kekuatan bending sebesar 1913,77 MPa.Root gap berpengaruh pada kekuatan Impact pada sambungan, semakin besar root gap maka semakin besar kekuatan impact yang ditunjukkan dengan harga impact bahan, pada gab pengelasan 1 mm diketahui harga impact 0,23 Joule/mm2, pada 1,2 mm harga impact sebesar 0,31 Joule/mm2 dan pada 1,4 mm harga impact sebesar 0,41 Joule/mm2. Kata kunci: Root Gap,Metal Inert Gas

Billy Joanrhe Hukom, C...
Jurnal

Analisa Pengaruh Diameter Nozzle Terhadap Kinerja Turbin Pelton

Turbin pelton adalah jenis turbin air implus yang memanfaatkan energi potensial air sebagai sumber listrik. Energi potensial yang terkandung dalam air dihasilkan dari air yang jatuh tinggi atau sebagai akibat dari pembuangan air yang mengalir dari sungai. Potensi kebutuhan air dengan head tinggi dan debit kecil menjadikan turbin Pelton pilihan yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh diameter nozzle terhadap kinerja turbin pelton. Setelah menganalisis data dari hasil yang diperoleh pada setiap variasi diameter yang telah diuji, kemudian buatlah grafik dengan menggunakan rata-rata Head sehingga dapat dilihat pengaruh Head terhadap Turbin Pelton. Prosedur pengujian yang dilakukan pada penelitian turbin pelton dengan mengatur variasi diameter nozzle. 1.Memeriksa instalasi turbin pelton,2.Mengisi air kedalam drum air hingga terisi berkisar 3 4 ⁄ volume drum,3.Tutup rumah turbin.Sambungkan cok listrik pada tubrin pelton ke sumber listrik,4.Nyalakan inverter frekuensi dan juga lampu pada setiap sambungan yang terpasang Saat runner turbin sudah berputar, lihat data beban, kecepatan alir, kuat arus, tengan, tekanan suction, tekanan discharger yang tertera kemudian dicatat data tersebut,5.Melihat kecepatan putaran generator dengan menggunakan tachometer digital yag dihubungkan pada poros generator, kemudian dicatat kecepatan putaran tersebut,6.Melihat daya output , lalu dilihat lampu yang menyala pada saat pengujian, kemudian dicatat data tersebut,7.Ulangi langkah 1-4 dengan mengatur diameter menggunakan inverter frekuensi sebesar 8,3 m (44hz) dan (8,1hz) untuk mendapatkan data selanjutnya,8.Mengolah data penelitian yang didapatkan, 9.Mengalisa data penelitian untuk mengetahui hubungan antara variable yang telah di tentukan, 10.Menarik kesimpulan data penelitian untuk mengetahui hubungan antara hubungan varieable yang telah dientukan, 11. Dari pengujian ini didapatkan variasi diameter nozzle 19mm mendapatkan tekanan suction sebesar 1,97 Psi dan 1,95 Psi sedangkan tekanan discharge sebesar 14,28 Psi dan 14,22 Psi, Variasi diameter nozzle 23mm mendapatkan tekanan suction sebesar 2,30 Psi dan 2,30 Psi sedangkan tekanan discharge sebesar 14,36 Psi dan 14,35 Psi, Variasi diameter nozzle 25mm mendapatkan tekanan suction sebesar 2,43 Psi dan 2,40 Psi sedangkan tekanan discharge sebesar 14,43 Psi dan 14,46 Psi, Variasi diameter nozzle 28mm mendapatkan tekanan suction sebesar 2,79 Psi dan 2,42 Psi sedangkan tekanan discharge sebesar 14,50 Psi dan 14,55 Psi. Kata Kunci: Turbin Pelton, Diameter Nozzle, Head.