Financial Sustainability of Culinary SMEs: Examining the Role of Working Capital and Liquidity in Makassar

Asri Pammai

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi, khususnya di pasar berkembang seperti Indonesia. Di Makassar, sektor kuliner telah menjadi salah satu penggerak utama kegiatan ekonomi, namun banyak UKM yang mengalami kendala dalam pengelolaan keuangan, khususnya dalam pengelolaan modal kerja dan likuiditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak modal kerja dan likuiditas terhadap kinerja UKM kuliner di Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan mengumpulkan data dari 96 pemilik UKM melalui kuesioner terstruktur. Analisis ini menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja UKM, sedangkan modal kerja tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas keuangan, khususnya kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, sangat penting bagi keberlanjutan UKM di industri kuliner. Namun, pengelolaan modal kerja yang efisien saja tidak menjamin keberhasilan bisnis, yang berarti bahwa faktor lain seperti efisiensi operasional dan strategi pasar mungkin memegang peranan yang lebih dominan. Hasil ini memberikan wawasan berharga bagi pemilik UKM, pembuat kebijakan, dan lembaga keuangan dalam merumuskan strategi untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan UKM. Penelitian di masa mendatang disarankan untuk mengeksplorasi variabel tambahan yang memengaruhi kinerja UKM, seperti literasi keuangan, transformasi digital, dan aksesibilitas pendanaan eksternal. Kata kunci: UKM, Modal Kerja, Likuiditas, Kinerja Bisnis, Industri Kuliner, Makassar


Informasi Detail :